BETAPA AKU MENCEMASKAN MEREKA…!!!

Standard

Ketika aku mencemaskan hujan akan turun di malam ini, aku selalu menghadapkan wajahku pada langit malam yang semakin memekat.

Ketika aku mencemaskan apakah besok matahari akan kembali terbit, aku selalu terjaga sampai ku bisa temui pagi yang tenang.

Ketika aku coba tepis semua kecemasan yang ada, aku malah menemui ke gundahan yang tak kalah hebatnya. Kegundahan yang memaksa hati ini untuk semakin merasakan ketakutan yang teramat sangat. Kegundahan yang memeras otak ini untuk terus-terusan memikirkan hal yang tak pasti.

Tuhan, lindungi orang-orang yang ku sayangi malam ini. Aku tak siap jikalau jam 2 atau jam 3 nanti aku terbangun dan mendapatkan sebuah telpon atau pesan singkat tentang kabar mereka yang membuat hari-hariku menjadi murung.

Tuhan, berikan selalu kebahagiaan dan kegembiraan kepada mereka malam ini. Agar mereka bisa selalu tersenyum dan tertawa. Agar aku juga bisa merasakan aroma kebahagiaan mereka dari tempat yang jauh ini.

Tuhan, mohon kabulkan permintaanku yang sangat konyol ini. Karena aku yakin Kau pasti akan selalu memberikan kebahagiaan kepada hamba-Mu. Tapi aku terlalu takut Tuhan. Aku takut pada perasaanku sendiri. Bukan pada kekuasaan-Mu.

Tuhan, ampuni aku karena malam ini aku terlalu banyak meminta dan mendikte seperti anak kelas satu SD yang baru belajar menulis. Tapi bagaimanapun juga Tuhan, aku memang baru belajar. Belajar menata hati yang takut kehilangan.

Padang, April 2011

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s