Lebaran unik..!!!

Standard

Lebaran unik..!!!

Hari ini ahkhirnya datang juga. Walaupun waktu tak mampu memberikan isyarat lebih padaku tentang makna di hari ini, tapi aku berusaha sebisa mungkin untuk memaknainya seindah dan sebaik yang aku bisa.

Bangun pagi dengan tidur yang hanya lebih kurang 4 jam saja. Agak sulit untuk meninggalkan tempat tidur memang, tapi bagaimanapun juga aku tidak boleh menyerah pada rasa kantuk yang teramat sangat ini. Aku harus bangun, bangkit, mandi, berbenah diri dan mengenakan pakaian yang layak untuk menghadapi hari ini.

Baru pagi ini kudengar kumandang takbir sayup sampai menghiasi hutan UUM yang terasa begitu sejuk dan damai. Tak ada keributan dan keramaian berarti seperti keributan dan keramaian yang biasa aku jumpai di kampung halamanku saat Aidil Adha. Hanya terlihat beberapa kelompok orang yang berkongsi menuju masjid seperti yang tengah aku lakukan bersama teman-temanku.

Ada orang Arab yang berjalan berdampingan di sisi sebelah kananku. Ada juga orang-orang Somalia, Nigeria, Pakistan dan lainnya yang melangkah lebih dulu bersama anak istri dan karib kerabatnya di hadapanku. Mereka tampak kompak dan serasi dengan pakaian khas masing-masing. Awalnya memang terasa biasa ketika aku meninggalkan asrama beberapa saat tadi. Tapi menjadi luar biasa saat aku berada di antara orang-orang yang berbeda dan beranekaragam seperti ini.

Pintu masuk masjid

Pintu masuh masjid

 

Suasana di luar masjid

Suasana di luar masjid

Ada makna lebih yang aku tangkap di hari ini. Ternyata di tengah sepi Tuhan masih menghantarakan kebahagiaan lain untukku. Kebahagian berhari raya bersama orang-orang dari daerah bahkan negara lain. Dan itu benar-benar memberikan warna tersendiri untukku dan teman-teman lainnya.

Selesai shalat, kami semua berjabat tangan yang diiringi dengan ucapan “Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin”. Dan setelah itu kami melangkah keluar masjid dengan di sambut oleh hidangan yang khusus di persiapkan untuk berbuka bagi para jemaah. Nasi lemak yang begitu menggoda dan sirup markisah yang sangat menyegarkan.

Antri makanan

Antri makanan

Nasi lemak dan syrup markisah

Nasi lemak dan syrup markisah

Semua wajah di hari ini tampak sangat bahagia dan bersuka ria. Apalagi orang-orang Arab dan Afrika yang begitu semangat dan antusias menyambut hari ini. Berkumpul, berfoto-foto dan saling tertawa lepas. Ingin sih berfoto bersama mereka, tapi nggak jadi gara-gara satu dan lain hal.

Kumpulan orang-orang Afrika

Kumpulan orang-orang Afrika

Oiya, ternyata pelajar Indonesia yang lain juga banyak yang berhari raya di sini. Ada yang dari Palembang, Jakarta, Bandung, Gorontalo, dan lain sebagainya. Hm, pokoknya lengkap deh..!! J

Hanya saja Idul Adha tahun ini terasa kurang lengkap karena tidak kutemukan kegiatan penyembelihan hewan kurban. Ntah karena di sini memang tidak ada atau mungkin karena aku yang tidak menemukan dimana lokasinya. Yang jelas, no kurban no daging kurban..!!!

Selesai makan, kita kembali pulang dan berkumpul bersama. Walaupun tanpa makanan enak, tanpa rendang hati, sup tulang, asampedas, dendeng balado, kalio daging, gulai campur-campur (usus, babat, paru, dll), tapi kita tetap bisa tersenyum dan tertawa riang di tengah kebersamaan kita. Semoga momen yang seperti ini akan selalu dikenang sepanjang hidup..!! Amin…!!!

Di parkiran masjid

Di parkiran masjid

Mulai narsiss ni yee..

Mulai narsiss ni yee..

With miss

With miss

Di taman masjid...

Di taman masjid

21.15 WMU

Minggu, 6 November 2011

Uni inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

 

By: Sherly Adra Pratiwi

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s