Sepi di tengah kumandang takbir…

Standard

 

Sepi di tengah kumandang takbir…

 

 

Dadaku sesak menahan tangis yang tak ingin aku luapkan malam ini. Berbeda, dan benar-benar sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Malam dimana seharusnya indra pendengaranku dihibur oleh indahnya nyanyian takbir. Malam dimana seharusnya jagad raya ini dipecah oleh riangnya lantunan gema takbir. Tapi kini hanya suara tiupan angin yang saling bersahut-sahutan menghempas di jendela kamarku dan suara lambaian pepohonan yang saling menyapa satu persatu di balik dinding asramaku.

Di sini, di University Utara Malaysia (UUM), aku harus melalui malam yang begitu asing tanpa  orang tua dan keluarga di dekatku. Banyak hal yang sekarang tengah bergelantungan dalam pikiranku. Banyak wajah yang tergambar dalam bayang-bayang kesendirianku. Ada Ibu dengan sejuta pesona keelokannya, Ayah dengan segudang kebijaksanaannya, abang-abang dan adikku dengan berbagai bentuk keakrabannya, sanak saudara dengan semua pola tingkah lakunya, serta sahabat-sahabat dan teman-temanku dengan beragam keunikannya. Tak ada salahnya jika hari ini aku benar-benar merindukan mereka, karena hari ini adalah kali pertama untukku melalui indahnya malam takbiran Idul Adha jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Hm, tak ada kesibukan mengiris buncis, mengupas bawang, memotong dadu tahu dan tempe, menggoreng kerupuk kulit dan mengisi rajutan-rajutan daun kelapa yang berbentuk persegi dengan segenggam beras. Tak ada kepulan asap membumbung karena jilatan-jilatan bunga api di sekitar dapur. Tak ada kegiatan berkeliling kota bersama ibu dengan mengendarai motor matic kesayanganku. Tak ada kesibukan memilih baju lebaran yang sesuai untuk kukenakan saat sholat ied besok, dan pastinya tak ada jabat tangan serta pelukan langsung untuk ayah dan ibu sebagai pertanda rasa maaf ku atas semua salah dan khilaf.

Semua terjadi hari ini, dan satu hal yang pasti, semua harus dinikmati dan dilalui dengan seikhlas hati. Yang harus ku tau, aku di sini tidaklah seorang diri. Karena masih ada teman-temanku lainnya yang akan berbagi sepi bersamaku. Dan Tuhan mungkin juga akan sangat kasihan melihatku sendiri dan tak akan tega membiarkanku bersedih di malam ini..!!!

Semangat…!!! Semangat…!!! Ini hidup, untuk dinikmati, bukan untuk disesali…!!! J

 

Malam minggu, 5 November 2011

Uni inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

By: Sherly Adra Pratiwi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s