Seandainya aku hidup di Jakarta…!!!

Standard

Jakarta…!!!

Yang ada dalam pikiranku saat ini hanyalah bagaimana caranya agar aku bisa berkuliah di pulau Jawa. Aku ingin sekali menimba ilmu di sana, karena ku yakin kualitas pendidikan di daerah Jawa pasti jauh lebih baik dan lebih bagus. Dan juga di pulau Jawa-lah Ibukota negara ini berada. Jakarta. Ya, kota Jakarta yang selama ini hanya bisa ku lihat lewat layar televisi. Kota yang begitu aku impi-impikan. Kota yang rasanya bisa memenuhi apa saja yang aku inginkan.

 Aku begitu menggilai kota Jakarta yang dihiasi oleh gedung-gedung pencakar langit, yang mungkin tingginya melebihi tower-tower pemancar radio di kampung halamanku. Aku juga menginginkan bagaimana rasanya terjebak di tengah kemacetan panjang. Karena selama aku hidup dan tinggal di tanah kelahiranku ini, aku selalu berjalan di jalan yang tanpa ada hambatan. Begitu mulus dan lancar. Sepertinya terlalu mubazir pemerintah kota ini membangun jalan dua jalur yang hanya di lewati oleh kendaraan-kendaraan yang sebagian besarnya adalah kendaraan roda dua.

***

Sepenggal tulisanku beberapa tahun lalu yang sempat terlupakan saat akan menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA). Mungkin karena sekarang Tuhan telah memilihkan jalan lain untukku. Jalan dimana aku bisa mendapatkan pendidikan yang rasanya jauh lebih baik dari apa yang aku impi-impikan dulu.

Semenjak keinginan untuk berkuliah di Jakarta tak bisa aku wujudkan, aku berusaha sebisa mungkin menghapus mimpiku untuk tinggal dan hidup di sana. Rasanya sudah tidak ada lagi celah yang mampu menghantarkanku ke kota Metropolitan itu. Rasanya semua hanya akan jadi mimpi yang sia-sia dan hanya akan menghabiskan waktuku untuk terus-terusan mengenangnya.

Padahal banyak hal yang ingin aku dapatkan di ibu kota negara ini. Banyak mimpi yang ingin aku gapai di sana. Banyak kesempatan emas di Jakarta yang aku yakin akan bisa mewujudkan semua cita-citaku. Berbeda dengan kampung halamanku yang hanya sebuah kota kecil berpenduduk tak lebih dari 66.000 jiwa saja. Terlalu sedikit dan sangat sedikit untuk bisa di sebut sebagai kota besar.

Dua tahun lamanya aku mencoba mengikis semua keinginan tersebut. Mungkin bukan jalanku untuk secepat ini meninggalkan tanah kelahiranku. Tapi tetap di dalam hati ini masih tersimpan mimpi agar Jakarta bisa menjadi tempat bagiku untuk menghabiskan semua kesibukan dan aktivitasku sehari-hari.

Apalagi saat kutemui banyak kawan dan sahabat yang bisa sampai ke sana. Ah, rasanya hati ini semakin sedih saja kalau mengingat hal itu. Rasanya aku tak lebih dari seorang anak kampung yang akan menjadi penghuni kampung halaman untuk selamanya. Yang akan tua dan berkarat di tanah kelahirannya sendiri. Bukan maksud hatiku ingin menjauh dari semua hal yang telah aku dapatkan sejak keberadaanku di bumi ini, tapi aku hanya ingin sedikit menikmati karya Tuhan di belahan bumi lainnya, dan aku hanya ingin mendapatkan kawan dan sahabat baru di tempat baru di tanah rantau.

Sekarang, mimpi yang sempat terkubur beberapa tahun belakangan ini ingin kembali ku rajut dengan harapan-harapan baru yang lebih pasti. Berkuliah di Jakarta mungkin bukan takdirku, tapi apa salahnya jika aku bermimpi untuk bekerja atau bahkan berkeluarga di sana. Hahaha, terasa lucu jika aku kembali menghayal untuk yang kedua kalinya, apalagi dengan mimpi yang lebih dari sekedar mimpi. Mimpi untuk masa depan yang lebih baik, dan sepertinya ini juga akan menjadi mimpi untuk jangka panjang.

Aku sering kali mendengar istilah “Kejamnya ibu tiri tak sekejam ibukota” dan hidup di Jakarta tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Tapi apa salahnya jika aku ingin melewati semuanya dengan kekuatan mimpi yang aku punya. Aku akan melalui setiap tantangan yang ada dengan keyakinan yang tertanam kokoh dalam diriku. Toh, hidup memang harus penuh dengan tantangan, dan kebahagiaan hidup sejatinya bisa kita rasakan setelah lelah berjuang dengan semua tantangan yang ada.

Jika aku benar-benar bisa hidup di Jakarta setelah menyelesaikan kuliah S1 ku ini, satu hal yang aku inginkan adalah hidup di sana bersama seseorang yang sudah di utus oleh Tuhan sebagai penyempurna ibadahku. Hidup bersama orang yang aku cintai yang akan membimbingku menjadi manusia yang lebih baik lagi. Agar nantinya ayah dan ibu tidak lagi merasa cemas melepas kepergiaanku dan agar ayah dan ibu tidak punya alasan lagi untuk menghambat semua keinginanku dengan rasa takut mereka. Aku tau, salah satu alasan kuat kenapa aku tidak bisa berkuliah di Jakarta adalah karena ayah dan ibu tidak memberiku izin. Tapi mereka sudah berjanji, suatu saat nanti aku boleh ke Jakarta jika ada seseorang yang akan menemaniku hidup di sana. Hidup bersama sejuta mimpi dan bersama keluargaku yang Sakinah, Mawaddah, Warrohmah. Amin ya Rabbal’alamin. 😀

Mimpiku selanjutnya jika aku bisa sampai di sana adalah, aku ingin memiliki pekerjaan yang sesuai dengan kata hati dan keinginanku. Aku tau jurusanku sekarang bukanlah jurusan yang bergelut di bidang pendidikan, tapi tak ada yang tak mungkin di dunia ini, dan tak ada salahnya jika aku ingin menjadi seorang pendidik. Aku ingin menjadi seorang pengajar seperti ibuku. Mungkin bukan pendidik atau pengajar di bangku sekolah (karena aku tidak punya akta mengajar), tapi bisa jadi  pendidik atau pengajar di bangku kuliah (tentunya dengan gelar S2 yang InsyaAllah juga akan aku wujudkan). “S2 marketing di Amerika bersamanya”. Hihihi ^_^

Menulis adalah hobi sekaligus aktivitas rutinku diwaktu senggang. Kurang lengkap rasanya jika aku tidak menuangkan sedikit saja ideku dalam rentang waktu beberapa hari saja. Banyak tulisan yang telah aku buat dan aku ciptakan. Tapi, sayang sekali jika tulisanku tersebut hanya menjadi pengisi kekosongan Folder dalam laptopku. Dan akan lebih disayangkan lagi jika tak ada seorangpun yang membaca serta menikmatinya. Untuk itulah mimpiku tinggal di Jakarta adalah ingin menjadikan buah pemikiranku selama ini bisa diterbitkan dan dinikmati oleh banyak orang. Aku ingin sekali bekerjasama dengan penerbit buku di sana agar tulisanku bisa di publish dan disebar luaskan. Bukanlah hal mustahil yang aku minta. Itu mimpiku, dan mudah-mudahan Jakarta bisa mewujudkan semuanya. Amin…!!!

Selanjutnya tinggal bagaimana usaha dan doaku untuk menjadikan semua mimpiku itu nyata. Aku percaya, untuk mengabulkan keinginanku tersebut tidaklah sulit bagi Tuhan, tapi yang akan Tuhan lihat adalah bagaimana usahaku dalam mewujudkan semuanya, dan seberapa banyak aku berdoa meminta kepada-Nya…!!! Semoga saja..!!!

Jakarta, I’m sure, you are waiting for me right now..!!! We will be a close friend..!!!

Ayooo… ayooo… ayooo… The biggest spirit for me to catch out all dreams…!!!

Tuhan, guide me..!!! And “you” help me beibh…!!!

22.11 WMU

Senin, 7 November 2011

Uni inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

By: Sherly Adra Pratiwi

Advertisements

7 responses »

  1. Aminnnnnnn ya Rabb,,,,,ini baru bener2 curahan hatimu n spertiny trsirat harapan yg besar!!!Tuhan ga pernah tidur,aku yakin tuhan mengijabah doamu sist!!!!!but you must remind my words!!!!

  2. Amin ya Rabbal’alamin…!! hehehehe, iya dya…. keliatan banged ya tulisannya dari hati.. hm, ingin yang terbaik aja dari Allah..!! n berharap bisa di kabulkan..!! ok… I always remind that..!! 🙂

  3. Iyaaa dya,,,, setiap orang menginginkan semua yang di harapkan bisa terjadi… begitu juga aku dan kamu.. semoga keinginan dan harapan tersebut di kabulkan oleh Allah ya..!!! Aminn Aminn ya Rabbalalaminn…!!! Thank youuu dya..!! 🙂

  4. ceritamu dan mimpimu benar-benar mengingatkan saya pada diri sendiri, dulu. Mungkin hanya sikap nekad yg membuat nasib kita sedikit berbeda. Jadi saya bisa kuliah di jakarta dan dibuat mengerti apa makna dari ibukota lebih kejam dari ibu tiri.

    Saran saya, jika sampai skrng belum pernah dan masih punya keinginan ke jakarta, dan jika masih kuliah, masuk organisasi mahasiswa semacam HMI, PMII atau yang lainnya. Jika kamu aktif, saya yakin, bukan hanya Jakarta yg menunggu untuk kau tapak, tapi seluruh Indonesia. God Luck

    • Trimakasih banyak atas komennya, da mhon maaf sblumnya krn saya tdk tau hrus manggil bang atau pak.. Saya senang sekali baca komennya.. Saya suka… Mimpi itu walaupun hampir hilang, tp masih berbekas…. Smoga saja…. InsyaAllah.. Aamiin…

      • Kalau mau panggil nama aja.

        Menurut saya, sekali bermimpi tidak ada jalan untuk kita kembali. Tapi itu terpulang ke kamu, your life your rule, mau mundur atau maju sebagai petarung. hehe

        Oya Sher, tadi saya baca-baca tulisan-tulisan lain diblok kamu, jadi sedikit bingung dan kalau boleh tahu, sherly sebenarnya kuliahnya di padang atau malaysia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s