Surat Cinta untuk Tuhanku, part 3

Standard

Surat Cinta untuk Tuhanku, part 3

Saat tangis masih menghiasi wajahku, dokter yang tengah menggendongku mendekatkan tubuh ini pada seorang wanita yang begitu cantik. Dengan wajah yang masih sangat kelelahan dan muka yang mengguratkan kesakitan yang teramat sangat, dia menciumku dan membelai lembut wajahku yang masih kenyal ini. Dia tersenyum begitu puas melihat kehadiranku. Rasa sakit yang tengah ditanggungnya berubah menjadi kebahagiaan yang teramat sangat. Aku yakin, inilah hari paling bahagia yang telah Engkau karuniakan kepadanya Tuhan. Sayup-sayup ku dengar ibu dokter berkata. “Lihatlah bu, ini anaknya, cantik seperti ibunya…!!! Mendengar hal tersebut, aku perlahan-lahan mengehentikan tangisku sambil berucap dalam hati, “Oh, ternyata wanita cantik berparas indah ini adalah ibuku…! Wanita yang dengan kekuatannya mempertaruhkan seluruh hidup dan matinya untukku. Akhirnya, hari ini aku bisa tau juga bagaimana wajah ibuku. Aku kenal juga dengan ibu yang telah merawatku dalam rahimnya. “Terimakasih ibuku tersayang…!!! Ucapku dalam hati.

Baru sebentar aku berada di dekat ibu, dokter yang menggendongku membawa diri ini entah kemana, yang jelas sekembalinya aku ke tempat ibu berbaring, tubuhku yang tadi masih kotor berlumur darah, sekarang sudah wangi dan harum. Lalu aku dipakaian kain yang begitu hangat yang membuatku lebih nyaman. Oh, nikmat sekali rasanya…!! Dan kebahagiaanku semakin terasa saat aku kembali di dekatkan dengan ibuku.

Selang beberapa menit, seorang laki-laki bertubuh besar dan tinggi serta berwajah tampan, mendekatiku sambil mengarahkan mulutnya ke telingaku. Dengan sedikit meneteskan air mata, dia memperdengarkan lantunan ikamat yang sangat merdu. Betapa bergetarnya hatiku saat kalimat itu diperdengarkan, dan dengan tangis yang masih tersisa, aku mengucapkan syukur kepadaMu Tuhan. Ternyata Kau masih sayang kepadaku dengan menitipkanku pada orang tua yang telah lebih dahulu mengenalMu. Alhamdulillah, aku termasuk orang-orang beruntung dari keturunan anak cucu adam yang beragama Islam, dan aku adalah pengikut Rasulullah Muhammad SAW, kekasihMu Tuhan…! Apalagi beberapa ayat Alquran-Mu juga telah menerangkan hal tersebut:

Sesungguhnya agama di sisi Allah (hanyalah) Islam. Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripada-Nya. (QS. Ali ‘Imran 3:19, 85).

Ayat tersebut menyatakan hal ini karena kata “Islam” itu sendiri berarti menyerahkan diri kepada Allah SWT Yang Maha Pencipta. Selanjutnya Al Qur’an juga menyatakan:

“Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, barangsiapa yang beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala di sisi Tuhan mereka, tidak ada ketakutan bagi mereka, dan tidak (pula) mereka berduka cita. (Al Baqarah 2:62)

Aku begitu yakin inilah jalan terbaik yang telah Kau pilihkan untukku. Jalan dimana aku bisa selalu mengingat dan berserah diri kepadaMu Tuhan.

Tak berapa lama, selesai ayah mengumandangkan ikamat ketelingaku, perlahan-lahan aku mulai beradaptasi dengan udara dunia yang sekarang sudah terasa segar di saluran pernapasanku. Tak lama kemudian aku mulai terlelap dan tak sadarkan diri. Aku tertidur pulas di samping ibu dengan perasaan yang berkecamuk dalam hati ini. Ada rasa bahagia, sekaligus rasa takut. Bahagia karena bisa bertemu dengan kedua orang tuaku dan merasakan nikmat hidup di dunia-Mu. Serta rasa takut kalau seandainya aku tak sanggup untuk memenuhi semua janjiku kepadaMu Tuhan…!!! Tapi, semoga saja aku bisa…!!! Amin..!!!

01.00 am.

Kamis, 08 Desember 2011

AP3/139, DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s