We are still friends after all ^^

Standard

Lama aku terpaku di depan komputer saat mereka berusaha mempertahankanku untuk tetap menjadi bagian dari perkumpulan yang mereka gawangi. Aku tak tau harus berbuat apa. Kata demi kata kurangkai untuk menjadikannya sebuah alasan, namun sejurus kemudian langsung ku delete dan ku ganti menjadi kata-kata yang terkesan sangat basa-basi.

Sempat terlintas dalam benakku, kenapa aku harus bertemu dengan orang-orang sebaik mereka. Kenapa aku harus ada dalam komunitas yang mereka dirikan. Dan sekarang kenapa aku harus memilih untuk keluar dan pergi dari mereka? Hal yang sangat bodoh baru saja ku sadari, ternyata pertemuan itu begitu dekat bahkan amat sangat dekat dengan sebuah perpisahan.

Aku tak pernah menyesali waktu dimana ketika itu aku memilih untuk menjadi bagian dari mereka. Bahkan aku bahagia bisa terlibat langsung dan bisa bekerja sama dengan orang-orang yang sangat luar biasa menurutku. Walaupun tak banyak yang aku berikan, tapi setidaknya aku merasa begitu dihargai ketika menyatu dengan mereka. Aku merasa mereka telah menjadi bagian dari hidupku, menjadi keluargaku. Tapi sungguh sangat ku sayangkan, aku harus pergi meninggalkan mereka. Meninggalkan keluarga baruku dan meninggalkan teman-teman baikku.

Keramah tamahan, persahabatan, keceriaan, kebersamaan, saling berbagi, saling mengerti, saling memahami dan saling tolong menolong adalah beberapa hal yang tak mungkin bisa aku lupakan dari kalian semua. Berada di antara orang-orang seperti kalian adalah anugrah dan nikmat tersendiri untukku. Walaupun baru sebentar kebersamaan dan silaturahmi itu kita rajut, tapi sudah banyak kenangan indah yang melekat didiriku tentang betapa istimewanya kalian dimataku. Sedih memang, tapi itulah hidup. Di setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.

Berat rasanya harus mengambil keputusan yang sangat menyakitkan ini. Keputusan dimana aku sendiri memang harus memutuskannya dalam jangka waktu yang cepat. Tak mungkin rasanya aku bertahan dalam situasi yang aku sendiri tak mampu untuk menjalankannya. Ada rasa yang menyesak dan menghantam dada ini berkali-kali. Ingin aku luapkan bersama air mata dan kemarahan, tapi aku tak boleh berlaku sejahat itu kepada diriku sendiri. Karena keputusan sudah di ambil, bola sudah di tangan, dan sekarang saatnya meneguhkan hati yang beberapa hari belakangan sempat rapuh dan goyah.

Maafkan aku yang tak bisa menerima tawaran baik kalian semalam. Maafkan aku yang sudah mengecewakan kalian dan maafkan aku yang telah meninggalkan keluargaku sendiri. Satu pesan yang begitu melekat dihatiku saat kita akan mengakhiri pembicaraan kita adalah “We are still friends after all ^^ keep moving together”. Dan dengan air mata, akupun mengetik kata yang tak jauh beda “We still friend ever n after, thank you so much for understand me”. Yaa, hanya itu yang mampu aku ucapkan untuk terakhir kalinya. Kapanpun juga, aku pasti akan merindukan kalian.

Special thank’s for : Hanming, Famweiloon, Stellakhaw, Mustika, Williamyap, dll..!!!

SIFE UUM, we discover, we develop, we inspire…!!! 🙂

06:40 pm

24 February 2012

AP3-477, DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Advertisements

2 responses »

  1. Iya fan.. keputusan yang amat sangat berat sbenarnya, tapi memang harus diputuskan secepat mungkin, agar bisa berfokus pada apa-apa yang sdg dihadapi. Iya fan, SIFE, I’m loving them until now..!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s