“The Best Process..!!!”

Standard

Tuhan, apakah ada hati yang Kau ciptakan seperti mainan anak-anak, yang bisa dipermainkan dan bisa juga dibuang lalu dilupakan begitu saja. Hati yang hanya dipakai untuk kesenangan sesaat dan lalu ditinggalkan tanpa alasan yang jelas. Tuhan, kalau memang ada aku ingin tau hati siapakah itu Tuhan? Kalau memang ada, pertemukanlah aku dengan si pemilik hati itu. Agar aku dan dia bisa sama-sama bercerita tentang hati yang sering dipermainkan.

Tuhan, ada jugakah hati yang Kau ciptakan untuk selalu merasakan kekecewaan dari sebuah perasaan  yang dimilikinya? Kalau ada siapakah dia Tuhan? Aku ingin bertemu dengannya, ingin banyak berbagi cerita. Agar kami bisa saling memahami dan mengerti tentang betapa sakitnya dikecewakan itu Tuhan.

Tuhan, aku mohon, pertemukanlah aku dengan orang-orang yang sudah sering merasa jatuh, sakit dan kecewa. Agar aku dan dia bisa saling berbagi cerita dan bisa saling memahami tentang sebuah rasa sakit itu Tuhan. Agar kami juga bisa saling menguatkan dan bisa kembali bangkit.

***

Ketika saya dikecewakan oleh orang disekitar saya, oleh orang-orang yang datang dalam kehidupan saya, saya merasa seperti ditikam oleh jutaan anak panah di sudut hati saya yang paling sensitif. Mungkin begitulah gambaran hiperbolnya…  Sakit…  Benar-benar sakit yang saya rasakan dan hanya sakit yang tersisa.

***

Teman, kenapa kita bisa merasakan rasa yang unik itu bersamaan? Apa karena nama kita sama-sama diawali dengan huruf S? Atau apa karena kebetulan semata? Atau bisa jadi karena kita sehati? Hm, aku tak tau pasti jawabannya, yang jelas hari ini kau dan aku bisa belajar tentang sebuah perasaan yg mampu mendewasakan kita. Air mata kita jatuh bergantian. Sejak semalam aku memendam semuanya, hingga akhirnya bersamamu aku luapkan rasa yang ada. Rasa yang menyesak di dada. Rasa yang tak mampu aku kendalikan seorang diri. Rasa yang mampu meruntuhkan bendungan air mata ini. Aku luapkan semua hal yg aku rasakan dan aku alami. Aku biarkan air mataku berjatuhan sejadi-jadinya. Tak peduli bagaimana penilaian orang lain terhadapku, tak peduli walaupun kita bercerita hanya di teras kelas, yang jelas semua sakit yang sudah menyesak dadaku harus aku keluarkan dan aku luapkan padamu. Sungguh menyakitkan ketika aku sadari semua hal ini sedang terjadi dalam hidupku. Aku tak mampu berkata-kata. Yang jelas malam tadi hidupku bak cerita dongeng yang begitu menyedihkan.

Tak berapa lama, setela aku terbebas dari semua rasa yang menyakitkan itu, tiba-tiba saja kau menitikkan air matamu. Kau luapkan juga semua yang tengah kau rasakan. Bersamaku, kau menangis sejadi-jadinya. Kau ceritakan semuanya, dan kau beberkan semua hal yang tengah mengganggu hidupmu. Dan yaps.. Apa yg kita rasakan sama. Apa yang sekarang sedang kita tangisi benar-benar hal yang sangat menyakitkan. Hal menyakitkan yg mampu menghilangkan semua kekaguman kita pada mereka. Hm, sudahlah teman, ini hanyalah sebuah proses sederhana dalam hidup kita. Aku yakin kita pasti bisa melewatinya.

***

Matahari itu tak akan selamanya bersembunyi di balik bukit sana teman. Ingatlah sebuah pribahasa super dari seorang pejuang wanita dari Negara kita “Habis gelap terbitlah terang”. Dan benar saja, perlahan-lahan kegelapan itu sudah mulai sirna. Sekarang hadapkanlah wajahmu ke arah timur sana. Maka sebentar lagi kau akan melihat kilauan cahaya indah yang akan menerangi hari-hari kita. Matahari itu sudah mulai terbit perlahan-lahan teman, dan tak ada lagi alasan kita untuk tidak tersenyum menyambutnya. Ayooo.. perlihatkan senyum manismu padanya, sebagaimana yang tengah aku lakukan. Tersenyum indah sambil merasakan hangatnya sinar yang di hadiahkan ke wajah kita. Usap air matamu. Pakailah sapu tanganku ini untuk menghapusnya. Aku janji, tak aka nada lagi air mata hari ini dan seterusnya. Kita sudah kuat karena kita sudah merasakan dan melewati rasa sakit itu.

Ayooo tersenyummm…!!! 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

12.30

Minggu, 1 April 2012

AP3-477, DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

 

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s