“Belajar sederhana…!!!”

Standard

Tiap kali beli makanan di salah satu food counter di asramaku, mak cik penjual makanan tersebut selalu menghadiahkan pisang kepada para pelanggannya, termasuk aku. Namun, hal tersebut tidak lagi berkelanjutan setelah liburan semester beberapa bulan yang lalu. Tapi, walaupun begitu, aku masih tetap menjadi pelanggan setianya. Karena bagaimanapun juga, ada atau tidaknya pisang percuma, aku pasti akan tetap makan dan berbelanja di sana.

Siang ini, seperti biasa, aku selalu men-skip sarapan pagiku, dengan kata lain, sarapan pagi dan makan siang aku lebur menjadi satu. Alhasil, aku baru turun dari lantai empat kamarku sekitar jam 12 lebih beberapa menit untuk membeli makan siang. Ya, namanya juga mahasiswa, bisa makan kapan saja, yang penting kenyang. hehehe

Nasi tomato* setengah porsi, sepotong lauk dan dua porsi sayur menjadi menu makan yang paling aku senangani. Aku tak akan bisa makan enak tanpa keberadaan sayur dipiring makanku. Mungkin lebih baik tidak ada lauk daripada tidak ada sayur, dan menjadi tidak masalah kalau seandainya aku hanya makan sayur saja dari pada makan nasi dengan lauk pauk yang sangat enak tapi tanpa sayur. Aku memang penikmat dan pencinta sayur-sayuran. Karena aku sadar, sayuran adalah makanan terbaik yang pernah ada. Selain menyehatkan, rasanyapun juga nggak kalah enak..!! 😀

Hm, kembali lagi ke topik awal mengenai pisang gratis atau pisang percuma yang keberadaannya hampir terlupakan olehku. Siang ini, ntah karena alasan apa, makcik penjual nasi tomato tiba-tiba saja kembali menghadiahkan pisang kepada manusia-manusia yang tengah kelaparan waktu itu, termasuk kepadaku. Hm, jadi bingung, kenapa ada pisang gratis lagi ya? Apa karena buah pisang di kebunnya berbuah lagi? Atau karena semakin sepi pelanggan, jadi pisang percuma menjadi salah satu trik jitu dan strategi dagang untuk menarik perhatian para pelanggan lagi. Ah, aku tak tau pasti, yang jelas dengan sangat berbesar hati aku terima pisang gratis tersebut tanpa ada alasan yang kukuh untuk menolaknya. Lagipula pemberian itu bukan karena keterpaksaan, tapi memang karena keikhlasan. So, bagaimana mungkin aku menolaknya. Sepengetahuanku, tidak ada dan tak akan pernah ada doa penolak rezeki . Bener nggak? 😀

Hm, setelah membungkus makanan, aku kembali melewati satu persatu anak tangga untuk bisa sampai di lantai empat kamarku. Alhamdulillah sekali asrama ini tidak difasilitasi dengan tangga berjalan alias escalator atau box otomatis alias lift. Loh, kok Alhamdulillah? Bukannya capek tuh turun naik tangga sampai ke lantai 4? Nah, sangat gampang sekali jawabannya. Hm, kalau dipikir-pikir memang capek dan melelahkan ketika kaki ini diminta untuk melangkahi satu persatu anak tangga. Tapi bagiku itu bukanlah perkara buruk atau sesuatu hal yang harus di sesali dan terus menerus diumpati. Cobalah sedikit saja berfikir di luar kotak, alias think out of the box. Mungkin sebagian besar orang memang beranggapan hal itu sangat tidak menyenangkan. Sesuatu yang membuat kita capek dan melelahkan, tapi cobalah melihat sisi positivenya. Ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa naik turun tangga adalah kegiatan menyehatkan yang bisa di kategorikan kedalam olah raga. Walaupun tabiat nyatanya bukanlah sebuah olah raga formal, tapi tetap saja kegiatan ini tak kalah menyehatkan.

Seorang ahli fitness Amerika telah melakukan beberapa penelitian dan mendapati hasil bahwa naik turun tangga punya berbagai khasiat kesehatan, antara lain meningkatkan keseimbangan dan kekuatan tubuh kita.

Studi lain juga menunjukkan, melakukan kegiatan naik turun tangga bukan hanya meningkatkan kesehatan, kekuatan, dan memperbaiki kadar kolesterol dalam darah, tapi juga bisa memperpanjang umur. Mereka yang naik turun tangga lebih dari 55 kali setiap minggu akan  lebih panjang umurnya. Dalam naik turun tangga, para ahli menyarankan, naik tangga dengan melangkah sekaligus 2 anak tangga, fokus mendorong ke atas dengan punggung dan kaki untuk melatih hamstring ketimbang menarik tungkai untuk naik tangga. Menuruni tangga atau bukit bahkan terbukti memperbaiki kadar gula darah dan kolesterol. Olahraga naik turun tangga menambah tekanan ekstra pada lutut dan sendi. Jadi, cermati setiap rasa sakit di pinggul, lutut atau pergelangan kaki. Dan yang paling penting berhati-hatilah dalam melangkahi satu persatu anak tangga. Walaupun kelihatannya mudah dan simple, tapi tetap saja ada resikonya.

Nah, karena mengingat dan selalu memikirkan hal baik yang didatangkannya, aku merasa tak pernah keberatan saat melakukan kegiatan tersebut. Sangat bermanfaat dan benar-benar bermanfaat menurutku.

Hm, lagi-lagi aku hampir saja lari dari topik awal tulisan ini. Tapi tidak masalah, itu artinya aku sudah lebih bisa mengembangkan tulisanku dengan memasukkan topik-topik lain yang berhubungan. Sebenarnya ini yang sekarang tengah aku latih agar nantinya aku bisa membuat tulisan yang lebih panjang lagi, atau mungkin bisa jadi membuat sebuah buku dan novel…!! Aminn… 😀

Back to the pisang gratisan. Selesai menikmati makananku dengan sangat lahap, akhirnya perut ini terisi penuh walapun belum seutuhnya merasa kenyang. Hm, duduk sejenak di depan meja belajar sambil terus mengacak-ngacak computer kesayanganku. Tak ada hal menarik yang bisa di infokan si merah (laptop yang bewarna merah), akhirnya perhatianku tercuri oleh pisang gratisan tadi. Dengan segera kuraih sebuah pisau lalu kupotong pisang tersebut menjadi beberapa bagian kecil. Jelas sekali tidak ada niatku untuk memakannya, tapi mau bagaimana lagi, daripada mubazir.

Oya, sebenarnya sebelum dimakan dan dipotong-potong, aku sempat mengabadikan beberapa gambarnya. Sekaligus ku sandingkan dia dengan beberapa buah-buahan lain yang menjadi koleksi makananku. Buah yang juga harus ada sebagai penyempurna kebahagiaanku dalam menikmati makanan.

Saat mengarahkan lensa kamera pada perkumpulan buah-buahan tersebut. Aku sempat tepaku sejenak dan melihat sisi lain dari mereka, terutama dari si pisang yang hanya berdiri sendiri di antara apel, pir dan mangga. Dia terlihat begitu kecil dan sangat sederhana. Terlihat begitu biasa dan sangat lunak. Sejurus kemudian, akupun berfikir untuk memindahkan posisinya di tempat yang paling atas, agar tidak rusak ditikam oleh yang lainnya.

Beberapa kali ku bidik kameraku, hingga akhirnya aku memilih untuk mengambil foto si pisang gratis tadi sendiri saja. Setelah itu, semua gambar buah-buahan tadi ku transfer kedalam komputer agar bisa diperhatikan lebih mendetail lagi. Dan benar saja perkiraanku tadi. “Kau adalah raja sesungguhnya”, Batiku dalam hati.

Lama aku pandangi tiap lekuk bagianmu di layar komputer, dan yang terlihat adalah sebuah kesederhanaan serta kesempurnaan. Telah banyak kudengar beberapa pernyataan dan kubaca artikel-artikel tentang buah-buahan. Hampir semua dari mereka berpendapat bahwa kau adalah raja dari semua buah-buahan. “Raja yang sangat merakyat dan raja yang sangat sederhana”.

Ada beberapa alasan mengapa aku bisa sampai berfikiran untuk menuliskan kata-kata di atas. Coba teman-teman bayangkan, siapa di dunia ini yang tidak kenal pisang? Oke, mungkin ruang lingkup dunia terlalu besar untuk bisa menjelaskan jawaban dari pertanyaanku di atas. Hm, kalau begitu, siapa diantara kita yang tidak mengenal pisang? Saya yakin, semua pasti mengenal apa itu pisang. Ya, buah yang sangat mudah untuk dijumpai dan di dapatkan. Tak peduli apakah kamu orang kaya atau kurang berada, orang sehat atau kurang sehat, bayi atau lanjut usia. Semua kita bisa tetap menikmati buah yang satu itu. Mau dimakan pagi, siang, sore, malam ataupun saat perut kosong? Tidak akan jadi masalah dan tidak akan menyebabkan penyakit magh kambuh. Ingin dinikmati secara langsung atau mau diolah terlebih dahulu menjadi pisang goreng, pisang rebus, keripik pisang atau bahkan rendang pisang seperti yang pernah aku makan di kampung halamanku (jenis pisang tertentu). It’s okay…! Betapa merakyat dan sangat sederhananya buah yang satu ini, terlebih lagi dengan kandungan vitamin, gizi dan zat-zat yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Oiya, satu hal lagi yang aku temukan dari kesederhanaan si buah pisang ini adalah cara kita ketika menikmatinya. Kita tidak perlu bersusah payah untuk mengupas kulitnya, apalagi untuk memakannya. Tekstur daging buah yang sangat lembut dan lunak membuat siapa saja bisa langsung melahapnya. Rasa yang dimiliki juga tidak terlalu manis, tidak terlalu kecut dan tidak terlalu pahit. Pas dan sangat sesuai. Selain itu pisang adalah satu-satunya buah yang mengajarkan kita untuk berdisiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tiap kali selesai menyantapnya, beberapa orang dari kita sering berkomentar, “buang kulit pisang di tempat sampah” atau “jangan buang kulit pisang sembarangan”. Siapa yang bisa menolak coba?

Hm, raja atau pemimpin yang baik itu seharusnya tidak boleh memangku jabatan terus-menerus dan berkepanjangan. Berbagilah dengan yang lain. Beri kesempatan kepada orang lain untuk menikmati jabatan tersebut. Seperti halnya pisang yang tidak akan pernah berbuah dua kali, yang harus lengser dari jabatannya agar tunas baru atau anak pisang dibawahnya bisa tumbuh dan berkembang seperti dirinya. Memberi kesempatan dan memberikan contoh yang baik kepada sesama.

Hm, ada-ada saja hal aneh yang terbersit dalam pikiranku ini. Padahal, kalau boleh jujur, aku bukanlah pencinta dan penikmat pisang, tapi mulai detik ini aku akan menjadi pengagum buah yang satu itu…!!! 😀

Semoga saja besok mak cik penjual nasi tomato* di food counter asramaku membagi-bagikan pisang gratis lagi. Amin..!!! 😀

*Nasi tomato adalah nasi yang bewarna merah yang proses pembuatannya dicampur dengan tomat serta bumbu dan rempah lainya seperti: cengkeh, kayu manis, bahkan terkadang di tambahkan jagung, kacang polong dan wortel. Nasi yang unik dan punya cita rasa tersendiri.

06:57 pm

Jum’at / 20 April 2012

AP3-477. DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s