“Dunia bisnis itu keras dan kejam kawan..!!!”

Standard

ini dia barang daganganku

ini dia barang daganganku

Dan malam ini, aku seperti orang gila saja, senyum-senyum sendiri sambil membaca blog seorang teman. Jujur, aku tidak sedang jatuh cinta, tapi hatiku begitu berbunga-bunga. Padahal tadi agak sedikit kesal gara-gara ada segerombolan gadis-gadis melayu yang datang ke kamarku, melihat jilbab dan mukenah daganganku, sambil dikeluarkan satu persatu lalu memberikan komentar ini dan itu tanpa membeli apapun juga. Dari awal aku sudah bisa menangkap geliat mereka yang memang tak ada niat untuk membelinya. Ada saja yang salah, ada saja yang kurang, ada saja yang nggak pas, warna yang nggak cocok, ukuran yang kekecilan, bahan kainnya yang tidak sesuai selera, dan masih banyak lagi. Hm, seharusnya kalau mereka memang nggak niat untuk membeli, nggak usah jelek-jelekin barang orang juga. Bicara seadanya, kasih alasan yang tepat, lalu pergi dengan baik-baik. Cukup…!!!

Wah, mereka benar-benar penguji kesabaran handal  yang dikirimkan oleh Tuhan kepadaku malam ini. Setelah mengacak-acak semuanya, mereka tidak membantuku untuk membereskannya, dan yang  lebih parahnya lagi, mereka juga tidak langsung pergi, tapi malah berceloteh di kamarku tanpa aku bisa mengerti bahasa mereka. Padahal setrikaanku tengah menyala, dan sudah ada setumpuk pakaian yang harus aku babat habis malam ini.

Karena nggak tau bagaimana caranya agar mereka bisa mengerti dan paham betapa berharganya waktuku malam ini, akupun beranjak ke arah meja belajar sambil mengotak-atik laptop yang selalu saja memperdengarkan suara emasnya Maddi Jane. Sambil sesekali buka tutup facebook dan social network lainnya, akupun tak mempedulikan mereka lagi. Mungkin mereka juga segan gara-gara tidak jadi membeli daganganku, makanya mereka memilih untuk tidak langsung pergi dan mengajukan beberapa pertanyaan yang terdengar sangat basa-basi. Hm, sebagai seorang pedagang yang tengah belajar untuk menjadi seorang entrepreneur sejati, akupun selalu menjawab pertanyaan mereka alakadarnya dengan tambahan sedikit senyuman yang sangat aku paksakan. Benar-benar terpaksa bibir ini untuk mengembangan senyum, apalagi saat mereka tertawa dengan atau tanpa rasa bersalah. Kalau boleh jujur, baru kali ini ada orang yang tidak membeli daganganku, bukan hanya seorang, tapi empat orang sekaligus.  Parah..!!!

Lumayan lama mereka di kamarku, akhirnya kesadaranpun menghapiri mereka juga. Dengan masih berbasa-basi, mereka pamit undur diri sambil tertawa nggak jelas. Wah, bener-bener ni orang, menguji kesabaranku di malam sabtu yang kelabu ini. Hm, tapi tak apalah. Namanya juga usaha, terkadang lancar, terkadang tersendat. Kadang untung banyak, kadang malah nggak ada yang laku satupun. Tapi yang pasti hal mengesalkan tadi tidak akan bisa mematahkan semangatku dalam mengasah diri ini untuk menjadi seorang businesswoman. Bagiku itu adalah sebuah modal utama dan pengajaran yang sangat berharga serta sebuah pengalaman nyata bahwa sebenarnya dalam dunia bisnis itu tak selamanya akan selalu beruntung, ada masanya dimana kita harus bisa berlapang dada menerima kerugiaan serta  menyadari kalau ternyata untung dan rugi itu selalu berjalan beriringan dan tak akan terpisahkan.

Hm, satu lagi yang juga menjadi pengajaran berharga setelah kejadian tadi adalah, jangan pernah sekali-kali mengacak-acak barang dagangan seseorang kalau memang tak ada niat untuk membeli. Serta jangan pernah menjelek-jelekan barang dagangan di depan pedagangnya langsung. Kalau mereka masih sabar, mungkin mereka akan diam saja dan menyangkal sedikit demi sedikit ucapan anda seperti yang saya lakukan tadi. Tapi kalau ketemu sama pedagang yang “agak basangek” alias agak keras dikit, hm, bersiap saja anda akan dihadiahkan ucapanyang sedikit agak kasar bahkan perkataan pedas dari mulut mereka. Menghina barang dagangan seseorang, secara tidak langsung anda telah menghina dan menginjak-injak pedagang itu sendiri. Jadi berhati-hatilah…!!!

Dunia bisnis itu keras dan kejam kawan…!!! Bisa saling menikam satu sama lain…!!! Bisnis ya bisnis, keluarga ya keluarga, kawan ya kawan. Berbeda dan tak akan bisa disamakan..!!! Hihihi…!! 😀

ini juga

ini juga

02:35

Sabtu, 21 April 2012

AP3-477, DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s