“Sutradara” Terbaik…!!!

Standard

Ketika huruf “k-e-c-e-w-a” aku satukan, maka terciptalah sebuah kata yang tak begitu aku sukai. Kecewa, begitulah bentuk utuhnya. Wahhh, kata itu seperti bermain-main dipikiranku, menari-nari dan berjoget ria. Terkadang aku tergoda rayuan mereka, tapi sebisa mungkin akan ku atasi, karena tak boleh ada yang namanya kekecewaan dalam hidup ini. Walaupun terkadang satu atau dua hal yang begitu aku inginkan, yang akan segera aku dapatkan, dengan tiba-tiba pupus ditengah jalan. Namun aku akan tetap ber-positive thinking dan berusaha menerimanya dengan lapang dada.

Hm, harusnya malam ini aku belajar serius dan sungguh-sungguh untuk menghadapi midterm besok pagi. Apalagi coretan-coretan kertas kecil yang aku tempel di board meja belajar yang berisikan kata-kata motivasi dan inspiratif hendaknya menjadi cambuk bagiku untuk lebih bersemangat dari biasanya. Management Information System bukan subject gampangan. Bukan subject yang bisa dijawab dengan penalaran logika dan permainan kancing baju. Dia adalah ilmu pasti yang harus dipahami dan dihafal. Tapi, ntah kenapa tetap tak ada semangat dan keinginan bagiku untuk mempelajarinya. Kalaupun buku terkembang dan mataku masih tetap berusaha menerawangi kata demi kata yang tertata rapi disana, aku sama sekali tak tertarik dan tak paham sepenuhnya maksud buku tersebut. Konsentrasiku pecah dan fokusku untuk belajar malam ini telah berantakan.

Hm, ada sebuah planning besar yang aku impikan jauh-jauh hari. Sudah tertata manis dalam schedule hidupku untuk rentang waktu satu tahun ini, dan peluang untuk menempuh ke arah sana juga sudah terbuka lebar. Intinya aku hanya tinggal menunggu keputusan final yang rasanya pasti akan diterima dan tinggal menunggu hari untuk menikmatinya.

Namun di tengah jalan, tak ada hujan tak ada badai, apalagi tsunami atau air bah, tiba-tiba saja sesuatu hal meng-cut, men-skip dan meng-cancel rencana indahku tersebut. Satu dan lain hal yang entah disengaja atau tidak, yang sudah terencana atau dadakan, yang harus dipatuhi atau di langgar. Yang jelas aku sangat terkejut ketika mendapati kabar itu. Berbagai macam alasan dan argumen aku ajukan untuk membela diri, untuk bersikukuh mempertahankan keinginanku, tapi seperti tidak mungkin dan tak akan terkabulkan.

Haruskah aku bersedih, menangis dan menyesali keputusan ini? Atau apakah semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan juga? Hm, IYA, itulah jawaban pastinya. Walaupun aku sudah berencana seindah mungkin, tapi ternyata rencana Tuhan pasti jauh lebih indah.

Wah, kalau masalah yang beginian, aku jadi ingat pada sepenggal ayat dalam Alquran :

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”. (QS. Al-baqarah 2:216)

Iya, aku percaya dan sangat setuju dengan kutipan ayat di atas. Kata-katanya terdengar begitu indah dan mengalir dengan lembut ke dalam hati dan fikiranku. Tuhan, aku percaya, tak akan ada yang mampu menandingi dahsyatnya keputusan dan rencana-Mu. Tidak ada yang bisa mengalahkan kehebatan penulisan serta urutan scene dalam scenario yang telah Kau rancang. Bagiku Kau adalah sutradara terbaik yang pernah kukenal. Sutradara yang mampu membuat cerita hidup ini menjadi sempurna dan lengkap dengan hadirnya canda tawa serta air mata silih berganti. Aku suka bermain peran dalam pementasan ini Tuhan. Walau terkadang adakalanya aku bosan untuk menghafalkan skrip dan jenuh berlakon dengan peran yang terkadang tak aku sukai. Tapi aku percaya, Kau selalu punya cara untuk membujukku dan akan selalu mengangkatku dengan tangan lembutMu dan memberikan semangat lebih walau dengan cara-cara yang tak sepenuhnya bisa aku terka dan aku cerna.

Tuhan, kalaupun keinginanku hari ini tidak Kau kabulkan, Alhamdulillah aku telah bisa menerimanya dengan ikhlas dan sabar. Sebenarnya aku hanya butuh ketenangan dan kedamaian dalam hati dan hidupku Tuhan. Toh, kalaupun Engkau mengabulkan semua yang aku pinta, tapi hati ini tidak tenang setelah mendapatkannya, apa gunanya? Lebih baik tidak sama sekali, Tuhan.

Hm, terimakasih telah mengarahkan jalanku pada hal-hal yang Kau anggap baik Tuhan, bukan pada perkara-perkara yang hanya akan membuatku senang sesaat namun menyesel dikemudian hari..!!!

Bimbing aku untuk selalu menemukan rahmat, hidayah dan petunjukMu, agar nantinya aku bisa menyelesaikan pementasan ini dengan baik dan sempurna serta bisa menjadi pemain terbaik yang telah Kau bimbing dan Kau arahkan. Aku mencintai dan merindukanMu Tuhan, The loveliest God, Allah Subhanahu Wata’ala..!! Amiinnnn..!!! 😀 😀 😀

12:35 am

Jum’at, 27 April 2012

AP3-477, DPP Bank Muamalat, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Advertisements

4 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s