“Cinta” :D

Standard

Aku bukanlah orang yang mudah sensitif, yang langsung menangis saat dilanda kesulitan atau kesedihan, yang langsung berkecil hati saat sebuah permintaan tidak dikabulkan, yang langsung pergi saat ada seseorang menyinggung perasaanku. Aku adalah perempuan kuat yang telah dididik dengan sangat luar biasa oleh kedua orang tuaku, yang harus tegar saat cobaan datang menghadang dan harus kuat walau apapun yang terjadi.

Aku sudah biasa hidup dan bergaul dengan banyak orang. Ayahku seorang pedagang dan hari-hariku sering dihabiskan di pasar dan keramaian. Di sana aku banyak mendapatkan pengalaman, pelajaran dan pengajaran, terutama tentang bagaimana bergaul dan bersikap terhadap orang lain. Aku tak pernah canggung jika harus bertemu dengan banyak orang. It’s okay..!!! Aku tidak akan keberatan apalagi merasa terusik.

Walaupun sejak kecil aku dibesarkan di lingkungan pasar yang dekat dengan terminal, tapi didikin tentang ilmu agama, sopan santun dan tatakrama tak pernah ketinggalan. Aku selalu diajarkan tentang hal itu oleh ibu yang beliau sendiri adalah seorang guru Sekolah Dasar. Ibu yang tidak hanya seorang pengajar tapi juga pendidik yang sangat aku banggakan.

Sudah lebih dari cukup rasanya semua ilmu dan didikan yang aku terima dari keluarga dan lingkungan yang membuatku tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat dan dewasa. Aku tidak pernah takut bepergian seorang diri, tidak pernah minta ditemani ke kamar mandi dan tidak pernah jijik ketika berbelanja di pasar ikan dan pasar daging. Aku juga tidak malu jikalau harus disuruh mengendarai L300 mengantarkan barang dagangan ayahku ke tempat pembeli akhir. Aku benar-benar menikmati semua kegiatan dan aktivitasku sehari-hari.

Yaa, begitulah gambaran diriku sehari-hari. Jarang sekali kudapati air mata menetes di pipiku. Jarang sekali kudapati diriku menangis dan merengek dalam menghadapi hidup ini. Benar-benar jarang, kecuali saat aku benar-benar ingin menangis tanpa ada apa-apa atau karena tengah menonton film India yang mengharukan.

Tapi, entah kenapa, tanpa menonton film India dan tanpa ada keinginan untuk menangis, aku diberi kesempatan menangis sejadi-jadinya dan sepuasnya. Ada hal yang membuatku benar-benar lemah dan tak berdaya. Ada sesuatu yang mampu melumpuhkanku. Sesuatu yang membuatku tak berdaya untuk berdiri tegap dan kuat. Cinta..!!! Ya, cinta yang bisa membuatku menangis sepanjang malam dan sepanjang hari. Cinta yang mampu menghilangkan kekuatanku selama ini.   Hm, terdengar agak janggal dan lucu memang, tapi begitulah aku.

Cinta kepada Allah membuatku menangis saat aku lalai akan perintahNya, membuatku tak berdaya karena ujian dan cobaan yang diberikanNya serta membuatku lumpuh karena kuasa dan kekuatanNya.

Cinta kepada orang tua, membuatku menitikkan air mata saat mengingat mereka, membuatku merasa kecil saat dipelukan mereka dan membuatku menangis saat rindu berada di dekat keduanya.

Dan cintaku pada seseorang, cinta yang baru tumbuh, membuatku begitu sakit saat harus menahan rasa itu. Membuatku harus berperang dengan diri sendiri saat belum halalnya perasaan itu kurasakan dan membuatku harus menangis dalam diam saat aku teringat padanya.

Oh cinta, bagai siang dan malam yang kadang menerangkan namun terkadang juga menggelapkan. Tapi, apapun itu tetaplah cinta kepadaNya yang paling abadi dan utuh selamanya. Kalaupun harus mencintai seseorang, mudah-mudahan aku bisa mencintai karenaNya..!!! Aminnn…!!!

 😀 😀 😀

 

10:16 am

Jum’at, 20 Juli 2012

Oil Accounting’s Room, RU II Pertamina Dumai, Riau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s