“Tempat Terindah” :D :D

Standard

“Rumahku istanaku”. Wah, kalau sudah jauh dari rumah dan kampung halaman, ungkapan itu seperti racun di setiap hela nafas rindu yang membuncah. Hm, inilah kali pertama aku meninggalkan rumah dengan rentang waktu yang cukup lama dari sebelumnya. Dan inilah kali pertama aku tinggal di “rumah” yang bukan rumah sendiri, kos-kosan sendiri, ataupun kontrakan sendiri. Itu artinya aku tinggal di rumah orang lain yang sebenarnya baru saja ku kenal saat kali pertama aku ke sana. Tinggal menumpang dengan orang lain yang kini sudah ku anggap keluarga sendiri.

Di rumah yang sekarang aku tempati, aku bisa diterima dengan sangat baik dan luar biasa oleh orang-orang yang ada di dalamnya. Mereka begitu bersahabat dan sangat ramah terhadapku yang membuatku merasa nyaman berada di sana. Tapi senyaman-nyamannya berada di rumah orang, tetaplah rumah kita yang paling “best of the best”. Rumah sendirilah yang bisa membuat kita benar-benar nyaman dan diterima apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Rumah sendiri yang mampu mengerti siapa dan bagaimana kita sesungguhnya. Rumah tempat kita dibesarkan, dididik, diajar dan diasuh dengan limpahan kasih sayang yang tiada duanya yang tidak akan bisa digantikan oleh apapun jua.

Hm, ingatlah ketika kita kecil, saat sedang sakit. Hanya rumah sendiri yang memperbolehkan kita untuk sakit sepuas hati, karena di dalamnya terdapat orang-orang yang sudah siap sedia merawat dan menjaga kita dengan keuletan yang luar biasa melebihan uletnya seorang perawat di rumah sakit umum atau dokter jaga di rumah sakit bersalin.

Ingat juga ketika kita hendak menonton televisi. Hanya rumah sendiri yang bisa mengizinkan kita untuk mengganti channel televisi sesuka hati. Kita bisa menjadi penguasa remote tivi dan tak akan ada yang bisa melengserkan kekuasaan tersebut.

Bayangkan juga ketika kita akan sarapan, makan siang dan makan malam. Hanya rumah sendiri yang boleh membuat kita menjadi si pemakan paling rakus sedunia. Rumah yang tak akan pernah melarang kita untuk mengambil nasi dan sambal sesuka hati. Mau sebakul, sekuali atau seperiuk besar. Tak akan jadi masalah dan tak akan ada yang akan mengata-ngatai. Malahan ayah atau ibu akan marah jika kita tidak makan atau hanya makan sedikit saja.

Dan ingatlah ketika kita tengah kesal, marah, sedih, kecewa, jatuh dan terpuruk. Hanya rumah yang mampu menampung semua air mata duka yang tengah kita rasakan. Hanya rumah yang mampu menyediakan ruang bagi kita untuk melepas semua kekesalan, kemarahan, kesedihan dan kekecewaan tersebut. Disana kita bisa menangis sejadi-jadinya dan bisa mengamuk seperti orang kesetanan. Ya, hanya rumah yang akan mampu menerima kita seperti itu.

Dan juga, di rumahlah satu-satu tempat yang paling banyak menyimpan memori indah dalam hidup kita. Di sana begitu banyak ukiran tentang kisah masa lalu yang akan selamanya tersimpan dalam hati dan fikiran. Di rumah, kita bisa tertawa lepas, bisa berteriak kegirangan dan bisa membiarkan kita untuk bertingkah seperti atau bahkan melebihi orang gila sekalipun.

Ya, begitulah rumah sendiri. Rumah tempat dimana kita dibesarkan. Rumah dimana terdapat orang-orang yang sangat kita cintai, sayangi dan kasihi. Rumah tempat dimana kita bisa menjelma seperti anak kecil walaupun usia sudah beranjak dewasa bahkan sampai menua. Ya, di sana begitu banyak keceriaan, kebahagiaan, kesenangan dan tentunya cerita itu juga tak akan lengkap tanpa adanya kesedihan dan air mata.

…..dan rumahku adalah tempat terindah yang pernah ada di dunia ini..!!! 😀 😀 😀

Sherly Adra Pratiwi

11.09 AM

Kamis, 09 Agustus 2012

Cash Bank room, PT. Pertamina RU II Dumai.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s