18 September 2012

Standard

Alhamdulillah, tanggal 18 September 2012 kemaren benar-benar menjadi hari yang sangat special untukku. Semua rasa bercampur aduk menjadi satu. Ada sebentuk penyesalan di tengah malamnya. Ada perasaan sedih bercampur kecewa dipagi harinya. Ada air mata bahagia saat sore mulai menjelang. Dan yang paling special ada canda tawa dimalam harinya. Sungguh Allah benar-benar telah men-skenario semua itu dengan sangat indah.

Malam hari saat tanggal 18 tersebut baru saja datang, hal pertama yang aku lakukan adalah menangis, menghambakan diri dan menghadapkan wajah ini kepada Allah. Mengadu sambil memohon ampun atas semua tindak-tandukku selama ini yang mungkin masih sangat jauh dari perintah-Nya. Setelah itu, aku berusaha memejamkan mata dengan dada yang masih saja sesak karena sebentuk penyesalan yang teramat sangat.

Paginya aku bangun dengan menerima begitu banyak ucapan selamat dan doa dari teman-teman dan karib kerabat. Aku senang, aku bahagia, dan aku sangat bersyukur bisa mengenal orang-orang yang ternyata begitu peduli denganku. Tapi, satu hal yang membuat hatiku sedih adalah ketika belum kudapati ucapan selamat dan doa dari keluargaku sendiri. Sampai siang hari saat matahari begitu panasnya bertengger di ubun-ubun kepala, belum juga kuterima sebentuk pesan singkat dari ibu yang berisi ucapan selamat dari kejauhan. Aku percaya, tidak hanya di hari ulang tahunku, tapi disetiap hari yang ada ibu pasti akan selalu mendoakanku, namun mungkin karena aku terlalu terbawa suasana, jadi agak merasa sensitive saja tanpa ucapan dari ibu.

Begitu sore menjelang dan mataharipun seperti akan bersiap-siap meninggalkan siang, barulah ibu mengirimi ucapan selamat beserta doa dan sebuah kartu ulang tahun bergambar kue tar disampingnya. Ya Allah, aku langsung meneteskan air mata saat membaca tiap bait pesan ibu yang ku terima dan kubaca di layar handphone. Begini isi ucapan selamat ulang tahun dari ibu:

“Terimalah titipan dan bingkisan berupa ucapan dan gambar yang bisa dikirim dari kejauhan, mudah-mudahan dapat mengobati rasa rindu dihari yang bahagia ini. Anggaplah hari ini kita sedang berkumpul bersama keluarga yang merayakan ultah mu, dan memotong kue bersama, serta menyantap hidangan yang biasanya telah tersedia. Salam dari keluarga tercinta.”

Image

Aku benar-benar tak mampu membendung luapan air mata yang sedari tadi telah menggenang di pinggiran kelopak mataku. Aku langsung menangis tanpa peduli ketika itu aku tengah menghadiri sebuah pertemuan atau meeting bersama teman-teman Persatuan Pelajar Indonesia. Aku membalikkan badan dan membelakangi forum yang tengah serius berdiskusi. Tanpa izin akupun langsung berlari dengan tetap menggenggam handphone di tangan. Menuju kamar mandi dan langsung menangis sejadi-jadinya. Antara sedih, kecewa, haru dan bahagia, begitulah perasaan yang coba menenggelamkanku saat itu. Untung saja ada Suci yang mengetahui kejadian tersebut, diapun langsung mengikutiku dan berinisiatif memberikan tissue, setelah itu pergi lagi dan memberikan kesempatan untukku bisa menangis sendiri.

Aku berusaha meluapkan rasa yang ada. Namun saat semuanya tengah berlangsung, tiba-tiba saja datang seorang kawan yang sedikit banyaknya mampu menenangkan hatiku yang sememangnya tengah butuh perhatian. Husnil, dia berusaha menenangkanku dan mendengarkan semua hal yang tengah aku rasanya. Dia juga berusaha memberikan masukan dan sedikit nasehat ringan yang ternyata ada benarnya juga. Ya, aku tengah sensitive, aku tengah menjadi seorang perasa yang saat ini perasaanku memang sedang tidak menentu. Manusia yang normal biasanya seperti itu. Adakalanya kita menjadi seorang yang sangat tegar, namun akan datang juga waktu dimana kita akan menjadi seorang yang sangat cengeng dan perasa. Ya, seperti yang tengah aku rasakan ini. Syukurlah, setelah mendengarkan itu semua, aku sedikit agak tenang dan kembali ke forum dengan perasaan yang jauh lebih lega.

Saat malamnya, teman-teman mengajakku untuk berkunjung ke apartemen dengan dalih ingin  bermain “balak” atau domino bersama. Hm, mungkin permain tersebut sedikit agak janggal bila dimainkan oleh seorang perempuan sepertiku. Tapi mau bagaimana lagi, semenjak aku mengenal batu domino, aku sangat menyukai permainan tersebut. Setidaknya bisa menghilangkan stress karena kesibukan kuliah disiang hari. Eits, tapi tunggu dulu, aku hanya bermain biasa saja dengan hukuman disuruh jongkok atau dicoret mukanya bagi yang kalah. Itulah yang membuatku senang dan ketagihan dengan permainan itu

Aku tak bisa meyakinkan sepenuhnya teman-teman akan memberi kejutan dan merayakan ulang tahunku, karena memang aku adalah orang yang tidak terlalu sering mendapatkan kejutan saat ulang tahun. Namun ternyata aku salah, malam hari, saat aku tengah menunggu teman-teman yang tadinya mengajakku untuk bermain domino belum juga datang, aku dikejutkan dengan sebuah perayaan kecil-kecilan ultahku yang ke-22 ini. Wow, begitu menyenangkan dan bahagianya bisa mendapatkan pesta kejutan ulang tahun yang sangat sederhana ini. Aku sampai tertawa terbahak-bahak sambil terus saja mengucapkan terimakasih kepada semua teman yang hadir saat itu. Aku begitu terharu dan benar-benar sangat senang. Langsung saja ku salami mereka satu persatu dan ku ciumi teman-teman perempuanku semuanya. Aku benar-benar sangat bahagia malam itu. Kita seperti berpesta dalam sebuah perayaan yang begitu besar. Ice cream, astor, keripik kentang, stik kentang dan sebatang lilin menjadi penyempurna perayaan tersebut.

Selesai makan-makan, berfoto bersama dan bercanda ria, tibalah saatnya dimana aku harus merelakan diri ini menjadi sebentuk adonan kue. Aku dilumuri dengan pecahan telor di kepala dan pungguh, ditaburi tepung terigu, disiram dengan susu kedelai dan soft-drink bersoda. Sungguh, tak ada kemarahan sedikitpun yang terbersit dalam hati ini. hanya ada tawa bahagia yang aku rasakan.

Hm, hari itu benar-benar perfect dan sempurna. Hari itu benar-benar special dan penuh makna. Hari yang akan menjadi kenangan indah yang tak akan aku lupakan. Terimaksih untuk semua, terimaksih untuk teman-teman, karib kerabat, dan sanak saudara, serta yang teristimewa terimakasih untuk keluargaku yang jauh di kampung halaman (untuk ibu tercinta, untuk ayah tersayang, untuk adik dan abang terkasih) dan kelurgaku yang sangat dekat disini DUDE ONINE Badunsanak (Dual Degree 2009). I Love U All, I Love U All…!!! 😀 😀 😀

Image

Image

Sherly Adra Pratiwi

02:41 am

Sabtu, 22 September 2012

9D-302, DPP MISC, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Advertisements

2 responses »

  1. Jangan terlalu cepat bersedih, bila sesuatu datang terlambat, karena keterlambatan itu adakalanya bukanlah sesuatu yang di sengaja, tetapi banyak hal yang bisa membuat keterlambatan itu menghampiri kita. Semoga dengan adanya pesan singkat ini, dimasa mendatang bila suatu keterlambatan datang menghampiri kita, sikapi dengan hati lapang dan dada terbuk jangan jadi kan keterlambatan, awal dari suatu kekecewaan. Semoga hari esok lebih indah dari hari sebelumnya. Amin, Dari ibunda tercinta.

  2. Iyaa ma.. Ly hanya salah berprasangka… maaf karena telah berfikir yang tidak-tidak. ini mungkin juga di pengaruhi rasa sensitivitas yang tinggi saat itu. Padahal tak ada sedikitpun niat itu berfikir sejauh itu. Aamiin.. mudah-mudah hari esok lebih baik dari sebelumnya.. Dari ananda tercinta.. :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s