Ibu, jaga kesehatan ya..

Standard

Ibu, sudah lama rasanya kita tidak mengobrol via telfon, skype and vidio call. Padahal ada banyak cerita yang ingin aku bagi bersamamu. Ntahlah bu, last semester ini sepertinya dosen benar-benar ingin “mengusirku” (upss.. diksinya sedikit memaksa) dari kampus yang sangat aku cintai ini. Hingga merekapun menyerangku dengan begitu banyak tugasan dan latihan yang harus kuselesaikan dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Dan menurutku ini juga termasuk salah satu trik mereka agar aku bisa belajar lagi selepas kelas.

Kemaren adalah hari libur rutinku setiap minggu. Harusnya aku bisa tidur nyenyak sampai pukul satu siang agar tubuh ini kembali fit setelah kegiatan yang begitu padat beberapa hari belakangan. Kegiatan yang sangat padat tapi memberikan pengalaman yang tak ternilai. Mulai dari meeting acara-acara PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) seperti jalan sehat dan family day, hingga meeting group discuss for assignment. Aku sangat mencintai kegiatan yang super duper sibuk tersebut. Walaupun pada akhirnya aku tetap harus beristirahat barang sebentar saja. Karena memang aku bukanlah robot yang sanggup melakukan semua pekerjaan secara berkelanjutan.

Oya bu, malam tadi aku juga tidak bisa stay di kamarku barang sebentar saja, karena keinginan yang begitu kuat untuk bergabung pada sebuah event di kampus ini. Pesta Konvokesyen (wisuda). Pesta ini hanya sekali setahun dan tadi malam pesta konvo tersebut dimeriahkan oleh seorang artis terkenal Malaysia, Faizal Taher. Walaupun sebenarnya aku tidak terlalu tau dengan artis tersebut, namun aku tetap ingin melihat penampilannya. Apalagi dengan pertimbangan kalau ini adalah semt akhirku di sini dan tak ada lagi kesempatan untuk bisa ikut event ini selepas study-ku di UUM akhir tahun ini.

Kata capek mungkin tidak ada dalam kamus hidupku ini, karena memang sibuk dan beraktivitas adalah dua hal yang sangat aku sukai. Aku lebih baik bergerak daripada hanya tidur-tiduran di kamar. Makanya malam tadi aku tetap ingin punya aktivitas. Padahal esoknya aku harus menghadapi empat subjects dari pagi hingga petang. Tapi mudah-mudahan aku masih kuat.

Tau nggak bu, acara semalam sangat menyenangkan walapun tidak semeriah pesta konvo tahun kemaren. Aku pergi bersama Ira dan kak Ina roommate-ku. Kita pergi lebih awal dari permulaan acara. Sesampainya di lokasi perayaan tersebut, aku bertemu dengan teman-teman International students. Ada yang dari Uzbekistan, Brunai, Somalia dan negara-negara timur tengah lainnya. Aku begitu senang bisa berada dan berkumpul bersama mereka. Kita saling mengenal dan begitu akrab. Kita berfoto bersama sambil berbagi cerita. Nah, inilah saat yang paling aku sukai jika bertemu dengan orang-orang berbeda negara, saat bercerita atau mengobrol. Aku begitu senang karena hal tersebut bisa membantuku dalam melatih bahasa Inggris lebih baik lagi.

Oya bu, ternyata ada juga teman-teman Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Palembang dan lain sebagainya. Kita benar-benar menyatu seperti teman lama yang saling melepas rindu.
Tapi bu, ketika acara tengah berlangsung, tiba-tiba saja seorang temanku yang juga student Indonesia merasakan seluruh tubuhnya dingin dan kaku. Di luar kemampuan dan kuasanya, dia tak sanggup mengontrol sendiri pergerakan tangannya. Ketika kutanyakan hal itu, diapun tidak tau harus menjawab apa. Dia sendiri bingung dengan apa yang tengah dialami. Melihat sikonnya yang semakin tak karuan, akupun terus-terusan memperhatikannya hingga sesuatu yang tak ku sangka-sangka terjadi padanya.

Dari posisi semula berdiri, dia tiba-tiba saja terduduk lalu ambruk dan tertidur di tengah-tengah lapangan. Badannya langsung kejang-kejang dan bergetar hebat. Ku perhatikan bibirnya tertahan seperti orang terkena struk. Melihat hal tersebut aku benar-benar panik dan tak tau harus berbuat apa. Ira yang juga memperhatikannya dengan segera mencari panitia acara untuk meminta pertolongan. Syukurlah, panitia tersebut cepat tanggap dan langsung menghubungi Pusat Kesehatan Universiti. Ya Allah, aku benar-benar takut dan panik melihatnya. Pikiranku sudah melayang jauh entah kemana. Hal-hal buruk langsung berseliweran kian kemari. Sebisa mungkin kutepis. Hingga akhirnya temankupun dibawa oleh ambulance sebelum aku sempat berbuat apa-apa.

Tanpa pikir panjang, aku dan Ira langsung berlari ke arah PKU yang jaraknya tak telalu jauh dari Pusat Sukan tempat perayaan konvo sedang berlangsung. Baru beberapa langkah kami meninggalkan tempat tersebut, pembawa acarapun mengumumkan kalau sebentar lagi Faizal Taher artis ternama Malaysia akan performance. Ada keragu-raguan yang coba mengganggu aku dan Ira saat itu. Tapi bagaimanapun tetaplah temanku yang harus diutamakan.

Sesampainya di PKU, perawat di sana langsung memeriksa kondisi temanku itu. Sungguh kami semua dibuat kaget saat mengetahui kalau ternyata tekanan darahnya sangat-sangat rendah. Hanya 30 saja. Sementara tekanan darah normal paling bawah adalah sekitar 70-80. Langsung saja dia diinfus dan dipasangkan alat pendeteksi tekanan darah.

Setelah pemeriksaan selesai. Perawat itupun menyampaikan beberapa hal penyebab kenapa tiba-tiba kondisinya bisa seperti itu. Yang pertama adalah karena pola makan yang tidak teratur dan sering terlambat. Selanjutnya karena terlalu banyak aktivitas dan kelelahan yang berlebihan. Terus, karena kurang mengontrol asupan gizi dalam tubuh. Walaupun temanku itu banyak makan, tapi tetap saja makan sehat dan seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mendengarkan penjelasan perawat tersebut, aku seperti diberi peringatan dan aba-aba secara tidak langsung. Seketika itu juga aku ingat akan kondisi diriku sendiri. Ya Allah, betapa sangat lalainya aku dengan kondisi kesehatanku sekarang ini. Banyak aktivitas, makan tidak teratur, kurang istirahat, sering begadang dan juga otak terkuras selama proses belajar mengajar di kelas.

Bagaimanapun aku tidak mau hal serupa menimpa diriku. Mungkin kejadian malam kemaren juga menjadi peringatan untukku dan untuk teman-teman lainnya. Hm, semoga saja dia cepat sembuh dan kondisinya bisa kembali membaik. Sakit di rantau orang ini sangat tidak enak dan sangatlah sulit. Lebih sulit daripada menanggung rasa sakit itu sendiri. Tidak ada orang tua dan keluarga yang akan menemani kita.

Hm bu, mungkin itu pelajaran untukku dan untuk ibu juga. Sesibuk apapun, ibu harus ingat dan jaga kesehatan, cukup istirahat dan makan teratur. Begitu juga dengan ayah, adik dan abang-abang di kampung halaman ya bu. Semoga kita selalu dalam lindungannya dan diberi kesehatan selalu. Aamiin… 😀

Buat temanku yang malam ini masih dirawat di rumah sakit, cepat sembuh ya. Kamu orang yang kuat, pasti bisa bertahan dan bisa melawan penyakit tersebut. Okee.. 😀

Selamat malam dan selamat beristirahat semua… 😀 😀

 

Sherly Adra Pratiwi

12:04 am

Jum’at, 05 Oktober 2012

9D-302, DPP MISC, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s