Sang Pemimpi and Crash

Standard

Akhirnya hari Senin kemaren aku dan teman-teman bisa menikmati daging qurban yang disediakan oleh pihak UUM. Walaupun kami tertidur pulas saat proses penyembelihannya, tapi siang hari ketika sudah selesai beres-beres dan berbenah diri aku dan Rindu langsung menuju masjid untuk menikmati santapan daging qurban dan jatah sebungkus daging mentah untuk diolah di rumah. Alhamdulillah, rezeki hari ini luar biasa.

Sesampainya di kamar, aku langsung duduk manis di depan laptop dan menikmati beberapa film yang diberikan oleh temanku Taufan. Film yang aku tonton saat itu adalah Sang Pemimpi. Setelah sekian lama di release, baru kemaren aku bisa menontonnya. Bagiku film tersebut sangat luar biasa dan memberikan pelajaran yang begitu berharga dalam hidup kita. Pelajaran yang didedikasikan untuk para pemuda dalam menggapai mimpi dan cita-cita. Ada banyak kata-kata bijak dan inspiratif saat menyelami alur cerita yang disuguhkan. Aku merasa tersentil untuk โ€œharusโ€ mewujudkan semua mimpi-mimpiku yang terkadang timbul namun terkadang surut. Film itu benar-benar menyemangatiku sampai air mata ini tak tertahankan berserakan di pipi. Apalagi dengan adanya sosok Ayah juara satu yang semakin membuat alur cerita menjadi begitu kuat.

Setelah menonton, tiba-tiba saja datang Yogi, seorang teman yang baru beberapa minggu belakangan aku kenal namun sudah seperti teman akrab, mengajakku dan Rindu pergi keluar untuk mencari makan. Kami makan di mol kampus yang walaupun liburan begini tetap buka dan menyediakan makanan-makanan yang tidak terlalu banyak. Saat makan tersebut kami banyak bercerita satu sama lain, mulai dari masalah keluarga, teman-teman, perkuliahan, hingga bercerita tentang sesuatu yang mengocok perut yang membuat kami tertawa terbahak-bahak. Hm, seru juga bisa saling berbagi seperti itu.

Tak terasa, jarum jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Dengan segera kami mengakhiri pertemuan singkat tersebut dan kembali balik ke kamar. Oya, sore itu Yogi juga memberikan sebuah video tentang anak indigo yang ternyata adalah temannya waktu awal masuk UUM dulu. Hm, jadi penasaran juga ingin menonton. Hehehe.

Sesampainya di kamar, aku dan Rindu istirahat sejenak. Malam ini kami ada planning membuat nasi goreng dari nasi yang dikasih oleh Yogi dan bang Adit sore tadi. Setelah sholat maghrib kami langsung start memasak dan saat adzan isya masakan pun telah terhidang. Hanya menunggu beberapa saat setelah shalat isya, bang Adit, bang Erick, Taufan, Yogi dan Yazied datang bersama-sama untuk menikmati hasil masakanku dan Rindu. Oya, sebagai lauknya, ada rendang telor dan sup yang mereka bawa dari masjid. Hm, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi kami sangat menikmati hidangan makan malam tersebut dengan lahap dan penuh keakraban.

Selesai makan, kami memilih untuk menonton video anak indigo yang diberikan oleh Yogi sore tadi. Ya ampun, kami benar-benar dibuat ngakak dan terbahak saat menyaksikan video tersebut, apalagi dengan ditambah komentar-komentar singkat dari teman-teman. Hm, seperti menonton komedi saja. Lucu dan menghibur.

Selesai menonton video, kami lanjut menonton sebuah film yang direkomendasikan oleh bang Adit. Awalnya semua lampu dimatikan biar suasana makin asyik, tapi karena apartemen ini bukan bioskop, jadinya lampu kembali dinyalakan untuk mengingat dan menimbang banyak hal.

Film yang dipilih oleh bang Adit berjudul Crash. Awalnya aku sedikit kebingungan menontonnya. Mungkin karena film ini juga termasuk film berat yang butuh konsentrasi dan ketenangan, makanya agak sedikit sukar untuk dimengerti. Tapi saat bang Adit memberi tau bahwa alur cerita film ini berupa maping concept, barulah aku bisa memahami jalan ceritanya sedikit demi sedikit. Di pertengahan film aku mulai merasakan ada banyak hal yang terjadi dan diciptakan dalam film ini. Banyak case dan kejadian di luar perkiraan yang membuatku semakin penasaran. Hingga akhirnya aku dibuat tercengang saat mengetahui ending dari setiap peristiwa yang sangat luar biasa. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah-kisah yang terjadi. Kepercayaan, pengorbanan, keberanian, kesabaran, persaudaraan, kekeluargaan dan kesadaran masing โ€“masing tokoh setelah melewati peristiwa yang ada. Menyentuh dan begitu bermakna.

Selesai menonton, ada perasaan lega yang merasuk dalam diriku. Mungkin karena aku terlalu serius menikmati jalan ceritanya, hingga terbawa suasana dan merasakan bahwa apapun yang terjadi dalam hidupku juga bisa berakhir seperti yang ada di film. Sungguh, disetiap peristiwa yang terjadi dalam hidup kita menyimpan berjuta makna dan pelajaran berharga. So, hargailah hidup ini bagaimanapun prosesnya. Karena Tuhan menciptakan kita ada di dunia ini bukanlah untuk hal yang sia-sia, tapi untuk sesuatu yang berharga dan bermakna. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Love your life.. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

Sherly Adra Pratiwi

01:52 pm

Selasa, 30 Oktober 2012.

11F-202, Uni Inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s