….Past

Standard

Bercerita tentang masa lalu, sama saja kita bercerita tentang sesuatu hal yang mustahil untuk bisa dijemput, diraih dan digapai kembali. Tidak ada yang mampu dan tak akan ada yang bisa menggapai masa lalu yang telah terjadi walau berbagai cara sedang dan akan diusahakan. Sehebat apapun kita, sekaya apapun, bahkan sekuat apapun, tetap saja kita tak akan pernah bisa menjemputnya kembali apalagi memperbaikinya.

Ada yang beruntung punya masa lalu indah, tapi ada juga yang tidak seberuntung mereka yang bahagia dengan masa lalunya. Bersyukurlah kalian yang hanya melewati hidup ini dalam zona aman dan tak pernah merasakan hal-hal pahit, kelam bahkan gagal yang teramat sangat. Namun, tetap saja manusia tidak ada yang sempurna dan tak ada yang luput sari sebuah ketidakberuntungan dalam hidup ini. Mungkin takarannya berbeda-beda dan terkadang perbedaan itu yang sering menimbulkan ketimpangan yang cukup signifikan.

Men-judge atau bahkan menghakimi seseorang karena masa lalunya yang kurang atau bahkan tidak seberuntung kita, menurutku itu hal yang sama sekali tidak etis dan tidak adil. Menganggap masa lalu seseorang itu buruk bahkan sampai tega menghambat kebaikan-kebaikannya untuk masa depan, merupakan hal yang benar-benar tidak fair. Tak ada seorangpun yang menginginkan hal-hal buruk terjadi dalam hidupnya. Tak ada yang mau gagal bahkan jatuh dalam perjalanan hidupnya. Walau terkadang ada sebagian orang yang mengalami hal tersebut karena ulah mereka sendiri, namun lewat kegagalan itulah mereka belajar dan bisa mengintrospeksi diri. Lewat kegagalan itu juga Tuhan mengajarkan mereka untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Dilihat dari sisi lain, banyak juga hal buruk yang menimpa seseorang di masa lalu  karena sudah menjadi suratan takdir dari Tuhan. Bagaimana kita bisa mengelak atau bahkan lari dari yang namanya takdir. Toh, semua itu sudah jadi kehendak dan ketentuan Yang Maha Mengetahui. Kita hanya bisa menjalaninya sesuai skenario yang telah diatur.

Tuhan tidak akan berlepas tangan pada apa yang tengah dilakukan-Nya terhadap kita. Tuhan juga tidak akan sembarangan membiarkan hamba-Nya larut terlalu lama dalam menghadapi hal-hal yang sangat sulit untuk dilewati. Mungkin saja dahulu Tuhan menimpakan hal buruk dan kegagalan itu pada mereka yang kita kenal sekarang, tapi tak mustahil juga hal buruk lainnya juga bisa menimpa kita dikemudian hari. Siapa yang tau perjalanan hidup kita dimasa yang akan datang. Siapa yang tau kejadian yang akan menimpa kita hari ini atau bahkan esok. Mungkin lebih buruk atau bahkan lebih hina dari apa yang telah mereka alami.

Oleh karea itu, janganlah terlalu cepat menyimpulkan bahkan menghakimi kegagalan seseorang dimasa lalu dengan penilaian-penilaian negative kita. Bisa saja itu terjadi memang karena kesalahannya yang sekarang sudah diperbaiki, atau bisa saja itu terjadi karena memang takdir dan kehendak Illahi. Siapa yang tau dan siapa yang bisa mengelak dari takdir, yang jelas segala sesuatu yang buruk akan dibalas sesuai dengan keburukan yang kita lakukan dan segala sesuatu yang baik juga akan diberikan balasan yang terbaik, dan itu semua adalah tugas dan tanggungjawab Tuhan, bukan hak kita untuk menghakimi mereka. Toh kita juga tidak tau bagaimana nasib kita selanjutnya.

Wallahu’alam..

3281-jangan-pernah-menghina-masa-lalu-seseorang-karena-kalian_247x200_width

 

Sherly Adra Pratiwi

01:56 am

Rabu, 30 Januari 2013

My lovely home.. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s