Aku, Kartini dan Wanita Indonesia

Standard

Tak ada kado spesial yang bisa kuhantarkan dihari bersejarahmu Ibu. Ibu yang menjadi teladan bagi banyak wanita Indonesia saat ini. Ibu yang tidak pernah lelah berjuang untuk kami generasi penerusmu. Dan ibu yang sanggup menganggkat harkat, derjat dan martabat kami di mata siapapun.

Raden Ajeng Kartini, begitulah nama yang sangat indah yang telah diberikan oleh kedua orang tuamu. Nama yang begitu cantik secantik paras dan pribadimu. Kadang aku merasa iri padamu ibu, iri dengan kecantikanmu, iri dengan kepintaranmu dan iri dengan perjuangan serta kegigihanmu. Aku juga ingin menjadi pahlawan selayaknya apa yang telah kau lakukan. Aku juga ingin menjadi pahlawan untuk kaumku di masaku sekarang ini.

Bercerita tentangmu sama saja dengan aku bercerita tentang wanita. Jika aku mendengar kata wanita, hal pertama yang terlintas dalam fikiranku adalah sebuah keindahan, kelembutan dan keelokan. Yaaa, memang benar, wanita adalah hal terindah yang pernah ada di dunia ini. Wanita adalah makhluk tercantik yang diciptakan oleh Allah. Wanita adalah perhiasan dunia, seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim berikut ini:

 “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR Muslim)

Begitu berharganya seorang wanita hingga ia diibaratkan seperti sebuah perhiasan dunia. Perhiasan yang mungkin tak akan bisa dibeli dengan harta sebanyak apapun juga. Perhiasan yang tak akan bisa dirupiahkan oleh siapapun juga.

Ibu, walaupun kita tidak pernah beradu pandang dan bertatapan langsung, bagiku itu tidak masalah, karena memang aku hadir tidaklah di masa hidupmu. Tapi walapun begitu, hari ini aku ingin bercerita sedikit kepadamu ibu. Bercerita tentang generasi penerusmu, bercerita tentang teman-temanku, bercerita tentang kaum kita bu.

Sungguh setelah aku membaca sepenggal kalimat di atas, aku punya keinginan besar untuk bisa menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia ini. Aku berusaha menjadikan diriku ini baik dan solehah. Tapi terkadang tak sedikit hal yang menghambat langkahku menuju ke arah sana bu. Begitu banyak rintangannya, begitu banyak godaan yang harus aku lewati. Kadang godaan itu datang dari luar, namun tak jarang juga godaan tersebut bersumber dari dalam diriku sendiri. Tapi yang jelas, aku percaya, ketika godaan tersebut tak mampu ku kendalikan, ada Allah yang akan murka kepadaku ibu. Aku selalu berusaha mengingat Allah di setiap langkah dan gerak-gerikku. Walaupun tetap saja untuk menjadi seperti perhiasan tersebut belum seutuhnya bisa ku raih.

Ibu, andai kau hidup di zamanku sekarang ini, mungkin hari-harimu akan banyak ditemani oleh air mata. Mungkin hidupmu akan sering dibelenggu oleh kesedihan dan keprihatinan terhadap kaum kita. Kau tau ibu, banyak hal yang telah berubah dengan wanita-wanita sekarang ini bu. Mereka sudah tidak lagi menganggap diri mereka berharga. Mereka sudah tidak lagi menjaga dan memelihara kehormatan dan harga diri mereka. Mereka sudah tidak lagi menjadi makhluk Tuhan yang indah, lembut dan elok selayaknya apa yang telah mereka miliki.

Banyak dari mereka yang lupa bahwa mereka adalah harta dan perhiasan termahal yang pernah ada di dunia ini. Mereka hidup bukan untuk mencari harta yang lebih banyak lagi, tapi mereka sendirilah harta termahal yang tidak akan bisa dibeli oleh siapapun juga. Mereka banyak lupa dan khilaf dengan semua itu bu.

Aku sedih melihat banyak sekali kejadian-kejadian yang membuat wanita tak ada artinya lagi di mata banyak orang. Aku sedih mendengarkan kabar tentang wanita yang dianiaya, disiksa, diterlantarkan bahkan sampai ada yang tega memperkosa dan membunuh mereka. Sungguh hal tersbut begitu menyayat hatiku bu. Aku benar-benar tidak tega jika harus dihadapkan pada kejadian-kejadian yang memilukan itu bu.  Tapi terkadang, tak jarang juga perlakuan buruk tersebut bersumber dari dalam diri mereka sendiri.

Tak banyak hal yang bisa kulakukan untuk menghentikan semua bentuk perilaku kejahatan dan keburukan terssebut. Tapi yang pasti aku akan selalu berdoa kepada Allah agar Allah senantiasa melindungi dan menjaga serta menuntun mereka ke jalan yang benar. Dan aku juga berusaha sebisaku membantu teman-teman dan wanita di sekitarku untuk terus hidup dalam kedamaian dan menjadi lebih baik lagi. Dan aku juga akan berusaha membaikkan diriku sebisa dan semampuku agar perhiasan terindah itu tetap akan selalu indah dan berharga. Aamiin…

Happy Kartini’s Day…!!!

Untuk seluruh wanita Indonesia, kalian adalah wanita hebat, kuat dan luar biasa… 😀

 

06:47 pm

Minggu, 21 April 2013

In my Lovely home.. 😀

 

 

 

 

Advertisements

2 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s