Simply Share

Standard

Ketika kita merasa sudah tidak kuat lagi, sudah tidak mampu lagi menghadapi persoalan-persoalan  hidup, down, lemah dan merasa hidup begitu menyudutkan kita. Maka percayalah, saat itu juga Allah menunjukkan kuasa dan kebesaran-Nya. Saat itulah Allah mengirimkan kekuatan-kekuatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Allah dengan segala kuasa-Nya menyusun dan men-setting segala sesuatunya lebih indah dari apa yang kita bayangkan.

Delapan hari hidup mengurung diri di rumah sakit yang tentunya tidak senyaman rumah sendiri memang membuatku terkadang merasa bosan dan jenuh. Apalagi dengan ditambah pemasangan selang infus di tangan yang tentu saja sangat mengganggu dan menghambat gerak-gerikku. Mau makan, mau shalat, mau ke kamar mandi bahkan mau tidur sekalipun harus berhati-hati. Ditambah lagi dengan infus yang posisinya diganti berulang-ulang juga membuat tangan ini menjadi semakin lemah dan harus menghadapi jarum suntik empat kali sehari dengan obat yang benar-benar meyakitkan saat menjalar ke dalam nadiku.

Aku tidak menyesali segala apa yang sedang aku jalani di rumah sakit kemaren, tapi yang sangat aku sayangkan adalah kebiasaanku sebelum sakit dan tertidur di rumah sakit. Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh mahasiswa sepertiku. Makan telat, tidur telat, kegiatan padat dan kurang istirahat. Aku lupa kalau ternyata tubuhku ini juga butuh istirahat, juga butuh dimanjakan bahkan aku tidak boleh egois dan ingin menguasai sepenuhnya seperti apa yang aku inginkan. Karena memang jika aku terlalu memaksakan, maka pemaksaan itu juga akan berbalik lagi kepadaku dan aku juga yang akan menanggung sendiri resikonya.

Saat di rumah sakit, aku berusaha memanfaatkan waktuku yang teramat sangat luang dengan kegiatan-kegiatan seadanya. Aku tidak boleh banyak bergerak bahkan berfikir juga tidak boleh terlalu berlebihan. Semuanya dibatasi, bahkan makan sekalipun. Hm, hidup dalam keterbatasan memang tidak seenak hidup dengan penuh keleluasaan. Tidak bisa menikmatinya sesuai porsi yang kita inginkan. Makanya banyak orang yang bilang kalau sehat itu mahal. Iya, memang mahal. Karena ketika sakit kita banyak merugi, setidaknya rugi waktu dan kesempatan untuk bisa berbuat lebih banyak lagi.

Tapi tetap saja, selalu ada hikmah disetiap kekurangan-kekurangan yang Allah titipkan. Banyak hal-hal baru yang bisa aku dapatkan dan banyak pelajaran-pelajaran berharga setelah kejadian kemaren. Pertama, tentu saja aku bisa lebih meyakinkan diriku lagi kalau ternyata sehat itu memang amat sangat nikmat dan berharga, tidak ada hidup yang lebih menyenangkan selain saat kita sehat. Kesehatan itu tidak bisa dibeli.  Selain itu aku juga bisa melihat betapa orang-orang di sekitarku, orang-orang yang mengenalku teramat sangat mencemaskan keadaanku. Kecemasan mereka menggambarkan betapa mereka begitu menyayangiku dan tidak ingin melihatku menderita kesakitan seperti kemaren. Ibu yang selalu merawat dan menjagaku tanpa kenal lelah. Ayah yang selalu saja menelponku setiap saat disela-sela kesibukannya bekerja. Adikku yang rela dimintai bantuan apa saja saat aku menyuruhnya, serta abang-abangku yang juga sering menanyai perkembangan kesehatanku. Aku bangga punya mereka semua. Mereka seperti sumber kekuatan nyata untukku.

Tidak hanya keluarga, namun juga sahabat dan teman-teman yang tidak kalah perhatian kepadaku. Banyak yang datang membezuk dan banyak juga yang mengirimiku doa dari kejauahan. Perhatian dan doa mereka jauh lebih mujarab untuk menyembuhkan penyakitku dari pada obat dokter di rumah sakit. Aku selalu dibuat tersenyum saat mereka menanyai kabar dan kondisiku. Hm, tidak banyak yang bisa aku perbuat untuk membalas perlakuan dan perhatian mereka selain ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya dan mendoakan yang terbaik juga untuk mereka.

Oiya, kebosanan yang sempat aku rasakan saat berada di rumah sakit kemaren ternyata tidak selamanya berkahir dengan hal yang membosankan juga. Allah dengan segala izinnya mampu menghilangkan kebosanan yang sudah bertumpuk-tumpuk itu dengan sesuatu hal yang tidak terduga. Ada hal-hal kecil yang terjadi sebentar saja yang mampu membuatku tersenyum bahkan kembali bersemangat lagi. Ya, hal sederhana yang Allah titipkan lewat seseorang yang mengunjungiku saat malam terakhir keberadaanku di rumah sakit. Hm, aku tidak bisa menjelaskan dan memaparkannya panjang lebar, yang jelas bagiku itu seperti kado kecil yang tidak terduga dan sangat mengejutkan. Aku hanya bisa berucap dalam hati “I’m very happy and thank you so much”. 😀

11:04 am

Selasa, 14 Mei 2013

My Home, Solok.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s