“Saat Maghrib Menjelang”

Standard

Dua hari yang lalu, tepat saat adzan maghrib berkumandang, aku terpaku menelungkup di atas sofa ruang keluarga. Aku merebahkan badan dan meregangkan semua persendian yang sudah seharian kugerakkan kesana kemari. Aku mendengar suara adzan bersahut-sahutan. Ayah dan ibu juga mengajakku untuk shalat maghrib. Aku tidak peduli, aku terus saja tidur dan bermalas-malasan.

Saat itu aku tengah marah, marah sekali pada situasi dan hidup yang ini. Aku benar-benar bosan dan tidak ingin melakukan apapun juga, termasuk untuk shalat sekalipun. “Buat apa lagi shalat, kalau doa-doa yang selama ini aku panjatkan tak ada yang terkabul. Kalaupun bisa mendapatkannya, pasti ujung-ujungnya berakhir mengecewakan juga.

Rasanya aku ingin sekali menangis, tapi buat apa menangis kalau ternyata air mata hanya akan menjadi sia-sia. Kubulatkan tekad untuk meninggalkan shalat maghrib saat itu. Walaupun jarum jam terus saja berputar, aku tetap tak peduli. Biarkan saja maghrib ini berlalu. Toh Tuhan juga tak pernah peduli padaku.

Waktu maghrib yang pendek, kuhabiskan dengan menggerutu di dalam hati hingga akhirnya aku terlelap untuk beberapa saat. Tidurku yang hanya 15 menit  saja semenjak adzan maghrib berkumandang mengantarkanku pada mimpi yang sangat indah. Aku seperti diajak bermain-main oleh beberapa anak perempuan disebuah taman bunga yang begitu luas. Lalu kami bercerita, tertawa dan hanya bahagia yang kami rasakan. Saat aku tengah menikmati kebahagiaan itu, salah seorang dari mereka berbisik ketelingaku. “Kakak kalau mau kesini lagi shalat maghrib dulu, kami akan menunggu kakak di sini, nanti kita akan bersama-sama lagi”. Setelah dia selesai berucap, akupun langsung tersentak dari tidurku.

“Astaghfirullahal’azim..”

Aku langsung bangkit dari tidur, kulihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Belum terlambat untuk shalat maghrib, karena adzan isya masih satu jam lagi. Terdengar suara ayah tengah asyik mengaji, sementara ibu sibuk dengan kegiatan di dapur. Saat aku tanya, kenapa ibu tidak membangunkanku, ibu hanya menjawab, “Kamu kelihatan sangat capek, ibu kasihan, ibu yakin kamu sebentar lagi pasti bangun dan nggak akan ninggalin shalat maghribmu…”

Aku benar-benar terdiam mendengarkan pernyataan ibu. Kenapa ibu begitu yakin kalau aku akan bangun dan tidak akan meninggalkan shalatku, padahal aku sudah membulatkan tekad untuk tidak shalat. Ya Allah, kali ini aku benar-benar ingin menangis, menangis untuk hal bodoh yang telah aku lakukan. Menangisi diriku sendiri yang ternyata masih sangat lemah dan jauh dariMu. Untuk saat ini, imanku benar-benar goyah dan tidak ada apa-apanya. Aku hanya bisa menyesali sikapku tadi dan semoga saja tidak terulang lagi.

Sesegera mungkin aku berwudhu, shalat dan meminta ampun kepada Allah. Tidak sepantasnya aku bersikap seperti itu, kalau saja Allah sempat marah dan murka padaku, lalu memerintahkan malaikat Izrail untuk mengakhiri jatah hidupku di dunia ini, mungkin aku telah wafat dalam keadaan kafir. Keadaan dimana aku telah lalai dengan shalat dan perintahNya. Dan tentu saja tidak akan ada kesempatanku untuk bertemu dengan teman-teman yang datang dalam mimpiku tadi. Ah… “How fool I am”. Betapa bodohnya aku, marah dan ingin meninggalkan shalat hanya karena keinginanku tidak terkabulkan. Padahal kan sudah jelas-jelas ada dalam Alqur’an, surat Al’baqorah ayat 216 yang artinya “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenagkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”.

Hm, buat apa lagi mengeluh dan menyesali sesuatu yang diinginkan yang belum tentu baik untuk kita. Lebih baik mensyukuri apa yang ada yang telah Allah berikan. Dan jika kita bersyukur Allah pasti akan menambah nikmatNya untuk kita. Hehehe, kalau fikiran lagi tenang dan hati lagi tentram, aku baru menyadari itu semua dan hanya bisa tersenyum-senyum mengingat kebodohanku dua hari yang lalu. Semoga tidak terulang lagi.. 😀

 Selamat pagi dan selamat berakhir pekan.. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s