Simply Share

Standard

Ketika kita merasa sudah tidak kuat lagi, sudah tidak mampu lagi menghadapi persoalan-persoalan  hidup, down, lemah dan merasa hidup begitu menyudutkan kita. Maka percayalah, saat itu juga Allah menunjukkan kuasa dan kebesaran-Nya. Saat itulah Allah mengirimkan kekuatan-kekuatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Allah dengan segala kuasa-Nya menyusun dan men-setting segala sesuatunya lebih indah dari apa yang kita bayangkan.

Delapan hari hidup mengurung diri di rumah sakit yang tentunya tidak senyaman rumah sendiri memang membuatku terkadang merasa bosan dan jenuh. Apalagi dengan ditambah pemasangan selang infus di tangan yang tentu saja sangat mengganggu dan menghambat gerak-gerikku. Mau makan, mau shalat, mau ke kamar mandi bahkan mau tidur sekalipun harus berhati-hati. Ditambah lagi dengan infus yang posisinya diganti berulang-ulang juga membuat tangan ini menjadi semakin lemah dan harus menghadapi jarum suntik empat kali sehari dengan obat yang benar-benar meyakitkan saat menjalar ke dalam nadiku.

Aku tidak menyesali segala apa yang sedang aku jalani di rumah sakit kemaren, tapi yang sangat aku sayangkan adalah kebiasaanku sebelum sakit dan tertidur di rumah sakit. Kebiasaan buruk yang biasa dilakukan oleh mahasiswa sepertiku. Makan telat, tidur telat, kegiatan padat dan kurang istirahat. Aku lupa kalau ternyata tubuhku ini juga butuh istirahat, juga butuh dimanjakan bahkan aku tidak boleh egois dan ingin menguasai sepenuhnya seperti apa yang aku inginkan. Karena memang jika aku terlalu memaksakan, maka pemaksaan itu juga akan berbalik lagi kepadaku dan aku juga yang akan menanggung sendiri resikonya.

Saat di rumah sakit, aku berusaha memanfaatkan waktuku yang teramat sangat luang dengan kegiatan-kegiatan seadanya. Aku tidak boleh banyak bergerak bahkan berfikir juga tidak boleh terlalu berlebihan. Semuanya dibatasi, bahkan makan sekalipun. Hm, hidup dalam keterbatasan memang tidak seenak hidup dengan penuh keleluasaan. Tidak bisa menikmatinya sesuai porsi yang kita inginkan. Makanya banyak orang yang bilang kalau sehat itu mahal. Iya, memang mahal. Karena ketika sakit kita banyak merugi, setidaknya rugi waktu dan kesempatan untuk bisa berbuat lebih banyak lagi.

Tapi tetap saja, selalu ada hikmah disetiap kekurangan-kekurangan yang Allah titipkan. Banyak hal-hal baru yang bisa aku dapatkan dan banyak pelajaran-pelajaran berharga setelah kejadian kemaren. Pertama, tentu saja aku bisa lebih meyakinkan diriku lagi kalau ternyata sehat itu memang amat sangat nikmat dan berharga, tidak ada hidup yang lebih menyenangkan selain saat kita sehat. Kesehatan itu tidak bisa dibeli.  Selain itu aku juga bisa melihat betapa orang-orang di sekitarku, orang-orang yang mengenalku teramat sangat mencemaskan keadaanku. Kecemasan mereka menggambarkan betapa mereka begitu menyayangiku dan tidak ingin melihatku menderita kesakitan seperti kemaren. Ibu yang selalu merawat dan menjagaku tanpa kenal lelah. Ayah yang selalu saja menelponku setiap saat disela-sela kesibukannya bekerja. Adikku yang rela dimintai bantuan apa saja saat aku menyuruhnya, serta abang-abangku yang juga sering menanyai perkembangan kesehatanku. Aku bangga punya mereka semua. Mereka seperti sumber kekuatan nyata untukku.

Tidak hanya keluarga, namun juga sahabat dan teman-teman yang tidak kalah perhatian kepadaku. Banyak yang datang membezuk dan banyak juga yang mengirimiku doa dari kejauahan. Perhatian dan doa mereka jauh lebih mujarab untuk menyembuhkan penyakitku dari pada obat dokter di rumah sakit. Aku selalu dibuat tersenyum saat mereka menanyai kabar dan kondisiku. Hm, tidak banyak yang bisa aku perbuat untuk membalas perlakuan dan perhatian mereka selain ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya dan mendoakan yang terbaik juga untuk mereka.

Oiya, kebosanan yang sempat aku rasakan saat berada di rumah sakit kemaren ternyata tidak selamanya berkahir dengan hal yang membosankan juga. Allah dengan segala izinnya mampu menghilangkan kebosanan yang sudah bertumpuk-tumpuk itu dengan sesuatu hal yang tidak terduga. Ada hal-hal kecil yang terjadi sebentar saja yang mampu membuatku tersenyum bahkan kembali bersemangat lagi. Ya, hal sederhana yang Allah titipkan lewat seseorang yang mengunjungiku saat malam terakhir keberadaanku di rumah sakit. Hm, aku tidak bisa menjelaskan dan memaparkannya panjang lebar, yang jelas bagiku itu seperti kado kecil yang tidak terduga dan sangat mengejutkan. Aku hanya bisa berucap dalam hati “I’m very happy and thank you so much”. 😀

11:04 am

Selasa, 14 Mei 2013

My Home, Solok.

Aku, Kartini dan Wanita Indonesia

Standard

Tak ada kado spesial yang bisa kuhantarkan dihari bersejarahmu Ibu. Ibu yang menjadi teladan bagi banyak wanita Indonesia saat ini. Ibu yang tidak pernah lelah berjuang untuk kami generasi penerusmu. Dan ibu yang sanggup menganggkat harkat, derjat dan martabat kami di mata siapapun.

Raden Ajeng Kartini, begitulah nama yang sangat indah yang telah diberikan oleh kedua orang tuamu. Nama yang begitu cantik secantik paras dan pribadimu. Kadang aku merasa iri padamu ibu, iri dengan kecantikanmu, iri dengan kepintaranmu dan iri dengan perjuangan serta kegigihanmu. Aku juga ingin menjadi pahlawan selayaknya apa yang telah kau lakukan. Aku juga ingin menjadi pahlawan untuk kaumku di masaku sekarang ini.

Bercerita tentangmu sama saja dengan aku bercerita tentang wanita. Jika aku mendengar kata wanita, hal pertama yang terlintas dalam fikiranku adalah sebuah keindahan, kelembutan dan keelokan. Yaaa, memang benar, wanita adalah hal terindah yang pernah ada di dunia ini. Wanita adalah makhluk tercantik yang diciptakan oleh Allah. Wanita adalah perhiasan dunia, seperti yang tertulis dalam Hadist Riwayat Muslim berikut ini:

 “Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholehah.” (HR Muslim)

Begitu berharganya seorang wanita hingga ia diibaratkan seperti sebuah perhiasan dunia. Perhiasan yang mungkin tak akan bisa dibeli dengan harta sebanyak apapun juga. Perhiasan yang tak akan bisa dirupiahkan oleh siapapun juga.

Ibu, walaupun kita tidak pernah beradu pandang dan bertatapan langsung, bagiku itu tidak masalah, karena memang aku hadir tidaklah di masa hidupmu. Tapi walapun begitu, hari ini aku ingin bercerita sedikit kepadamu ibu. Bercerita tentang generasi penerusmu, bercerita tentang teman-temanku, bercerita tentang kaum kita bu.

Sungguh setelah aku membaca sepenggal kalimat di atas, aku punya keinginan besar untuk bisa menjadi sebaik-baik perhiasan di dunia ini. Aku berusaha menjadikan diriku ini baik dan solehah. Tapi terkadang tak sedikit hal yang menghambat langkahku menuju ke arah sana bu. Begitu banyak rintangannya, begitu banyak godaan yang harus aku lewati. Kadang godaan itu datang dari luar, namun tak jarang juga godaan tersebut bersumber dari dalam diriku sendiri. Tapi yang jelas, aku percaya, ketika godaan tersebut tak mampu ku kendalikan, ada Allah yang akan murka kepadaku ibu. Aku selalu berusaha mengingat Allah di setiap langkah dan gerak-gerikku. Walaupun tetap saja untuk menjadi seperti perhiasan tersebut belum seutuhnya bisa ku raih.

Ibu, andai kau hidup di zamanku sekarang ini, mungkin hari-harimu akan banyak ditemani oleh air mata. Mungkin hidupmu akan sering dibelenggu oleh kesedihan dan keprihatinan terhadap kaum kita. Kau tau ibu, banyak hal yang telah berubah dengan wanita-wanita sekarang ini bu. Mereka sudah tidak lagi menganggap diri mereka berharga. Mereka sudah tidak lagi menjaga dan memelihara kehormatan dan harga diri mereka. Mereka sudah tidak lagi menjadi makhluk Tuhan yang indah, lembut dan elok selayaknya apa yang telah mereka miliki.

Banyak dari mereka yang lupa bahwa mereka adalah harta dan perhiasan termahal yang pernah ada di dunia ini. Mereka hidup bukan untuk mencari harta yang lebih banyak lagi, tapi mereka sendirilah harta termahal yang tidak akan bisa dibeli oleh siapapun juga. Mereka banyak lupa dan khilaf dengan semua itu bu.

Aku sedih melihat banyak sekali kejadian-kejadian yang membuat wanita tak ada artinya lagi di mata banyak orang. Aku sedih mendengarkan kabar tentang wanita yang dianiaya, disiksa, diterlantarkan bahkan sampai ada yang tega memperkosa dan membunuh mereka. Sungguh hal tersbut begitu menyayat hatiku bu. Aku benar-benar tidak tega jika harus dihadapkan pada kejadian-kejadian yang memilukan itu bu.  Tapi terkadang, tak jarang juga perlakuan buruk tersebut bersumber dari dalam diri mereka sendiri.

Tak banyak hal yang bisa kulakukan untuk menghentikan semua bentuk perilaku kejahatan dan keburukan terssebut. Tapi yang pasti aku akan selalu berdoa kepada Allah agar Allah senantiasa melindungi dan menjaga serta menuntun mereka ke jalan yang benar. Dan aku juga berusaha sebisaku membantu teman-teman dan wanita di sekitarku untuk terus hidup dalam kedamaian dan menjadi lebih baik lagi. Dan aku juga akan berusaha membaikkan diriku sebisa dan semampuku agar perhiasan terindah itu tetap akan selalu indah dan berharga. Aamiin…

Happy Kartini’s Day…!!!

Untuk seluruh wanita Indonesia, kalian adalah wanita hebat, kuat dan luar biasa… 😀

 

06:47 pm

Minggu, 21 April 2013

In my Lovely home.. 😀

 

 

 

 

Aside

Sudah lama rasanya tidak menulis, apalagi membuka blog ini. Bulan Februari yang sangat romantis, aku lewatkan begitu saja. Ah, tidak ada tulisan yang terposting di bulan itu. Hm, banyak hal yang begitu berkesan yang sudah terlewatkan dibulan dua kemaren, tapi sebaiknya hal-hal indah tersebut aku simpan sendiri saja. Mungkin itu akan lebih baik.

5 Maret 2013. Hari itu aku banyak belajar tentang sebuah keikhlasan dan kesabaran. Entah kenapa cobaan yang tidak disangka-sangka menghampiriku. Handphone ku yang sangat aku sayangi hilang dengan banyak data-data penting di dalamnya. Aku benar-benar terpuruk saat tau bahwa hal-hal penting itu sudah lenyap dan tak jadi milikku lagi. Unexpectable. Tapi, Aku percaya, Tuhan pasti telah merencanakan semuanya. Tinggal bagaimana aku menjalani dan menghadapinya dengan kesabaran dan lapang dada.

Sedih juga setelah dua hari perpisahanku dengan hp lamaku. Jujur, mungkin bukan karena hp nya yang membuatku terlalu terpuruk, tapi data penting di dalamnya. Karya-karyaku, tulisanku, bahkan novel dan cerpenku yang membuat hp itu terasa semakin penting. Walaupun ayah langsung membelikan hp baru sebagai gantinya, tapi jujur, karya dan hasil pemikiranku tidak akan ada yang bisa menggantinya, tidak akan bisa dibeli walau dengan uang dan materi sebanyak apapun juga. Aku benar-benar sedih dan kecewa atas kehilangan ini.

Tapi aku yakin, semua pasti ada hikmahnya. Dibalik setiap kejadian pasti Allah telah mempersiapkan kabar gembira untukku dikemudian hari. Tidak ada yang sia-sia dan tidak akan ada yang luput dari pandanganNya.

Satu pintaku, semoga Allah mengampuni dosa orang yang telah mengambil handphoneku yang jelas-jelas bukan haknya. Aku ikhlas walau sebenarnya masih ada secuil kesedihan yang mendera hati ini jika teringat dengan begitu banyak kenangan yang tersimpan di hp lamaku itu. Tapi tidak apa-apa, toh sudah ada pendatang baru sebagai ganti yang lama. Semoga saja kami bisa saling beradaptasi dan bekerjasama.

Satu hal yang harus aku ingat setelah kejadian kemaren adalah, jangan hanya menyimpan data penting di satu file atau folder saja. Jangan hanya menggunakan satu memory saja. Tapi, back up lah data-data penting itu agar ada pegangan lain jika yang satunya hilang. Semoga saja hal seperti ini tidak terulang lagi..

Sabar, ikhlas dan serahkan semuanya kepada Allah..

Sherly Adra Pratiwi

11:48 AM

Sabtu, 9 Maret 2013

My renthouse

Data Penting…

….Past

Standard

Bercerita tentang masa lalu, sama saja kita bercerita tentang sesuatu hal yang mustahil untuk bisa dijemput, diraih dan digapai kembali. Tidak ada yang mampu dan tak akan ada yang bisa menggapai masa lalu yang telah terjadi walau berbagai cara sedang dan akan diusahakan. Sehebat apapun kita, sekaya apapun, bahkan sekuat apapun, tetap saja kita tak akan pernah bisa menjemputnya kembali apalagi memperbaikinya.

Ada yang beruntung punya masa lalu indah, tapi ada juga yang tidak seberuntung mereka yang bahagia dengan masa lalunya. Bersyukurlah kalian yang hanya melewati hidup ini dalam zona aman dan tak pernah merasakan hal-hal pahit, kelam bahkan gagal yang teramat sangat. Namun, tetap saja manusia tidak ada yang sempurna dan tak ada yang luput sari sebuah ketidakberuntungan dalam hidup ini. Mungkin takarannya berbeda-beda dan terkadang perbedaan itu yang sering menimbulkan ketimpangan yang cukup signifikan.

Men-judge atau bahkan menghakimi seseorang karena masa lalunya yang kurang atau bahkan tidak seberuntung kita, menurutku itu hal yang sama sekali tidak etis dan tidak adil. Menganggap masa lalu seseorang itu buruk bahkan sampai tega menghambat kebaikan-kebaikannya untuk masa depan, merupakan hal yang benar-benar tidak fair. Tak ada seorangpun yang menginginkan hal-hal buruk terjadi dalam hidupnya. Tak ada yang mau gagal bahkan jatuh dalam perjalanan hidupnya. Walau terkadang ada sebagian orang yang mengalami hal tersebut karena ulah mereka sendiri, namun lewat kegagalan itulah mereka belajar dan bisa mengintrospeksi diri. Lewat kegagalan itu juga Tuhan mengajarkan mereka untuk bisa berubah ke arah yang lebih baik.

Dilihat dari sisi lain, banyak juga hal buruk yang menimpa seseorang di masa lalu  karena sudah menjadi suratan takdir dari Tuhan. Bagaimana kita bisa mengelak atau bahkan lari dari yang namanya takdir. Toh, semua itu sudah jadi kehendak dan ketentuan Yang Maha Mengetahui. Kita hanya bisa menjalaninya sesuai skenario yang telah diatur.

Tuhan tidak akan berlepas tangan pada apa yang tengah dilakukan-Nya terhadap kita. Tuhan juga tidak akan sembarangan membiarkan hamba-Nya larut terlalu lama dalam menghadapi hal-hal yang sangat sulit untuk dilewati. Mungkin saja dahulu Tuhan menimpakan hal buruk dan kegagalan itu pada mereka yang kita kenal sekarang, tapi tak mustahil juga hal buruk lainnya juga bisa menimpa kita dikemudian hari. Siapa yang tau perjalanan hidup kita dimasa yang akan datang. Siapa yang tau kejadian yang akan menimpa kita hari ini atau bahkan esok. Mungkin lebih buruk atau bahkan lebih hina dari apa yang telah mereka alami.

Oleh karea itu, janganlah terlalu cepat menyimpulkan bahkan menghakimi kegagalan seseorang dimasa lalu dengan penilaian-penilaian negative kita. Bisa saja itu terjadi memang karena kesalahannya yang sekarang sudah diperbaiki, atau bisa saja itu terjadi karena memang takdir dan kehendak Illahi. Siapa yang tau dan siapa yang bisa mengelak dari takdir, yang jelas segala sesuatu yang buruk akan dibalas sesuai dengan keburukan yang kita lakukan dan segala sesuatu yang baik juga akan diberikan balasan yang terbaik, dan itu semua adalah tugas dan tanggungjawab Tuhan, bukan hak kita untuk menghakimi mereka. Toh kita juga tidak tau bagaimana nasib kita selanjutnya.

Wallahu’alam..

3281-jangan-pernah-menghina-masa-lalu-seseorang-karena-kalian_247x200_width

 

Sherly Adra Pratiwi

01:56 am

Rabu, 30 Januari 2013

My lovely home.. 😀

BPH PPI UUM 2011/2012

Standard

Jum’at yang penuh ketegangan dan kenangan. Walaupun banyak yang menjadikan tanggal 12-12-12 sebagai hari yang special, tapi bagiku dan teman-teman Badan Pengurus Harian Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Utara Malaysia periode 2011/2012, tanggal 14-12-12 lah yang lebih special dan menengangkan dari tanggal 12-12-12.

Hari ini, Rapat Akhir Tahun sebagai acara terakhir dan terbesar kami selama satu tahun kepengurusan di Persatuan Pelajar Indonesia. Semua Program Kerja yang telah kami laksanakan harus dipertangungjawabkan kepada seluruh anggota PPI UUM lainnya. Tugas yang cukup berat memang, karena saat itu kami tidak hanya mempertanggungjawabkannya di depan banyak orang, melainkan juga di hadapan Allah SWT.

Aku yang menjabat sebagai Sekretaris 1 pada kepengurusan ini harus menjalakan kewajiban terakhirku dalam proses pembuatan, pengumpulan, pengeditan  Laporan Pertanggungjawaban. Total halaman LPJ keseluruhan yang harus ku selesaikan adalah berjumlah 119 halaman. Bukan pekerjaan yang mudah untuk menyatukan semua laporan-laporan tersebut. Tapi Alhamdulillah BPH PPI UUM 2011/2012 memang sangat luar biasa. Dalam menjalankan tugas ini aku selalu di dampingi oleh rekan kerja setiaku Putri Arifah Hadiyani sebagai Sekretaris 2 dan pastinya Ketua Umum pada periode kepengurusan ini, Suci Amalia yang sangat luar biasa, yang selalu membimbingku untuk menyempurnakan tiap pekerjaan yang aku lakukan. Sudah lumayan banyak aku menyerap ilmu-ilmu keorganisasian yang dimilikinya. Hm, ilmu apalagi ya yang bisa aku serap darinya setelah kepengurusan ini berakhir? Hehehe

Tak hanya itu, kepengurusan kami ini juga diisi oleh orang-orang hebat lainnya, seperti Muhammad Syahril Taufan Arsyad sebagai wakil ketua 1 dan Muhammad Darius Kamil sebagai wakil ketua 2. Wakil-wakil ini telah membuatku belajar arti sebuah keseriusan dan tanggung jawab. Mereka hebat dan luar biasa. Begitu juga dengan Bendahara, Ambarayu Kintasih Fijri yang telah menjalankan tugasnya dengan sempurna. Menjadi bendahara tidaklah mudah, apalagi semuanya harus disangkut pautkan dengan uang. Uang yang sering kali menimbulkan konflik dan rasa sensitifitas yang tinggi. Namun kak Ambar berhasil menjalankan itu semua dengan sangat baik.

BPH PPI UUM tidak akan berdiri dengan sempurna dan kokoh tanpa ada orang-orang yang juga sangat luar biasa dan memiliki keseriusan dalam organisasi ini. Ada Devita Wulandari yang cantik dan aktif sebagai ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan serta dua orang anggotanya yang benar-benar memiliki potensi hebat dan tidak diragukan lagi kelihaiannya dalam berorganisasi, yaitu Jul Aidil Fadli dan Gefi Sioner Rahmat.

Selanjutnya Departemen Kerohanian yang digerakkan oleh dua orang pelajar luar biasa, Imam Shirazi Mirza Tarmizi yang kaya dengan ilmu agama sebagai ketua dan Yezi Astriana si kecil imut-imut dan lincah dan energik sebagai anggotanya. Mereka berdua ini adalah tim yang kompak dan benar-benar hebat. Walaupun hanya berdua saja dalam departemen ini, tapi mereka bisa menjalankan semua program kerja yang telah dirancang diawal kepengurusan dulu. 2 thumbs up buat kalian berdua. Salut salut banget.

Departemen selanjutnya yaitu Departemen Seni dan Budaya. Ada tiga orang gadis-gadis cantik yang bernaung dan memperkokoh pilar-pilar departemen ini, Elci Dita Utami sebagai ketua serta Ira Triwahyuni dan Cynthia Capriate sebagai anggotanya. Tidak diragukan lagi, ketiga gadis cantik ini telah membuat BPH PPI UUM 2011/2012 beruntung dan bangga memiliki mereka, karena memang potensi mereka dalam bidang seni sudah terbukti dan tak perlu diragukan lagi.

Lanjut ke departemen berikutnya yaitu Departemen OIahraga. Ada Yazied Fourhan Ahmad sebagai ketua yang selalu saja membuat suasana ceria dan hidup dalam organisasi ini serta dua orang anggotanya Mustika Nurul Ainy  yang begitu bersahabat dan Rizky Heykal Salaby Rasyid yang mempunyai loyalitas yang sangat tinggi dalam kepengurusan ini. Tanpa departemen Olahraga, mungkin tak akan ada  semangat dan tawa dalam organisasi ini.

Departemen yang juga sangat berperan penting dalam organisasi ini adalah Departemen Publikasi dan Dokumentasi. Ada Indra Praditya yang aktif, kritis dan kreatif sebagai ketua serta dua orang anggotanya Fhajri Arye Gemilang yang benar-benar peduli serta peka dengan keadaan sekitar dan Rindu Nindi Noveria, photographer cantik yang skill photografinya sudah tidak diragukan lagi. Bagus dan luar biasa. Tanpa ada departemen publikasi dan dokumentasi, PPI UUM bukanlah siapa-siapa. PPI UUM tidak akan dikenal sejauh ini oleh khalayak ramai.

Next, Departemen Sosial dan Kemanusiaan yang digerakkan oleh Prilly Noverina Sondria sebagai ketua yang sangat kocak, lucu dan menggemaskan serta Edo Maiyansayah Eka Putra dan Theodore Pradipta sebagai dua anggota yang bisa membuat departemen ini semakin keren. Terkadang iri juga melihat kekompakan mereka, karena memang departemen sosial selalu saja menyajikan kelucuan dan keisengan dalam organisasi ini. Dan juga, tanpa peran aktif departemen ini, mungkin antar anggota PPI UUM tidak akan saling mengenal satu sama lain.

Hm, itulah kami Badan Pengurus Harian PPI UUM 2011/2012 yang diisi oleh orang-orang hebat dan luar biasa. Team yang kompak dan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan sangat baik dan penuh kerja keras. Sedih rasanya saat harus meninggalkan semua hal yang telah kami miliki selama satu tahun belakangan ini. Sedih rasanya harus berpisah dengan orang-orang hebat yang ada di dalamnya dan bagiku pribadi sedih rasanya tidak ada lagi rapat bulanan, notulensi rapat, urusan surat menyurat, pembuatan proposal dan semua hal tentang kesekretariatan. Aku tak tau kapan dan dimana lagi akan ku dapatkan ilmu-ilmu yang sangat berharga tersebut. Hm, tapi mudah-mudahan saja semua ilmu yang telah kudapatkan selama kepengurusan setahun belakangan bisa tetap bermanfaat dan bisa diaplikasikan untuk hal-hal bermanfaat lainnya.

Satu hal yang semakin membuat kami bangga adalah dengan diterimanya laporan pertanggungjawaban kami secara mutlak oleh semua Pelajar Indonesia lainnya. Sungguh menggembirakan, apalagi ini adalah sejarah kedua kalinya LPJ diterima selama 12 tahun berdirinya PPI UUM. Benar-benar membanggakan. Alhamdulillahirabbil’alamin.

Sebagai penutup untuk tulisan ini, aku ingin mengucapkan selamat kepada bang Dedi Sanjaya Hasibuan yang telah terpilih menjadi ketua umum Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Utara Malaysia periode 2012/2013, serta wakil ketua 1 Agung Syahputra dan wakil ketua 2 Alfred Julio. Semoga dapat mengemban amanah ini dengan baik dan bijak.. Good Luck buat masa kepengurusan satu tahun kedepan. Mudah-mudahan PPI semakin sukses dan berjaya. Aamiin… 😀 😀

I love U BPH PPI UUM 2011/2012, I’ll miss you so muchhhh… 😀 😀 😀

 

Sherly Adra Pratiwi

12:08

Sabtu, 15 Desember 2012

11f-202, Uni Inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia.

Harga-menghargai..

Standard

 

Malam ini aku belajar bagaimana cara menghargai dan dihargai. Terkadang kita merasa orang lain terlalu semena-mena memperlakukan kita. Tapi apakah kita sadar bahwa kita juga pernah berbuat demikian kepada mereka. Mungkin bukan kepada orang yang sama, tapi kepada orang lain yang telah datang dan mengambil peran dalam kehidupan kita.

Menghargai adalah bagaimana cara kita bersikap lebih care, respect dan hormat kepada orang lain. Begitu juga saat kita dihargai oleh orang lain. Jangan menganggap hal itu sepele dan mudah, karena bagaimana kita adalah tergantung pada bagaimana sikap kita sehari-hari.

Semua orang pasti ingin dihargai, tapi tak semua bisa dengan mudah menghargai orang lain. Semua orang ingin diperlakukan baik, tapi tidak semua orang bisa berlaku baik. Ingatlah saat kita berlaku tidak baik kepada seseorang, jangan pernah marah jika orang tersebut berlaku tidak baik juga terhadap kita. Karena secara tidak langsung proses tersebut yang membuat kita mentransfer dan mengajarkan sifat dan sikap buruk itu kepada mereka.

Mungkin ada benarnya juga, saat kita tidak menyukai keadaan atau suasana yang tengah terjadi di lingkungan sekitar, dengan perasaan tidak senang kita akan melewatinya tanpa peduli apakah orang lain nyaman dengan sikap kita tersebut. Tapi ingatlah satu hal, bukan keadaan yang harus beradaptasi dengan kita, namun kitalah yang harus aware dan menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Jangan menuntut orang lain untuk bisa memahami kita, tapi kitalah yang harus paham bahwa orang lain tersebut tengah menjadi diri mereka sendiri. Kita harus menghargainya sebagaimana mereka menghargai kita.

Jadi harga menghargai tersebut memang sangat penting agar tercipta keharmonisan hidup dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar.

Belajarlah santun dalam bertindak. Belajarlah bijak dan berkata. Dan belajarlah ikhlas dalam berbuat. Ingatlah, Allah akan membalas semua sikap dan perilaku kita sesuai dengan apa yang telah kita lakukan dimasa lalu. Jadi selalulah berbuat baik dan ingat kepada Allah. InsyaAllah, Allah juga akan selalu ingat kepada kita.

“We are not the best, but we always try to be the best…” 😀

Sherly Adra Pratiwi

11:08 pm

Jum’at, 07 Desember 2012

11F-202, Uni Inn, UUM, Sintok, Kedah, Malaysia

Allah (Ar-Rahman)

Standard

Tuhanku adalah Allah yang Maha Pemurah (Ar-Rahman)

Terinspirasi dari seorang ustadz yang begitu santai memberikan pengajiannya disebuah wirid yang sangat ramai. Rasanya aku tak ingin dia memberhentikan ceramah yang tengah disuguhkan. Aku terpana dan semakin menyadari semua yang telah disampaikannya itu benar-benar nyata apa adanya.

Berawal dari mengartikan kalimat “Bismillahirrahmanirrahim” kata demi kata.

“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

Pemurah, bukan pengasih, karena dalam Al’quran Ar-rahman itu artinya adalah Maha Pemurah.

Selanjutnya sang Ustadz menjabarkan kepada para jamaah sekalian betapa Allah itu memang benar-benar Maha Pemurah kepada umatnya. Sebagai tanda dari Maha Pemurahnya Allah adalah saat kita harus memilih mana yang lebih penting beras dari pada emas? Tentu saja kita lebih membutuhkan beras, apalagi manusia sebagai makhluk hidup yang butuh makan untuk bertahan hidup. Sedangkan emas, apakah emas bisa langsung kita makan? Hal itu terlepas dari kita bisa menjual atau tidaknya, kalau seandainya tidak ada yang mau membeli emas tersebut? Mau apa kita? Dan betapa mudahnya mendapatkan beras daripada emas. Dimana-mana Allah dengan segala kekuasaan-Nya mampu menumbuhkan beras dibelahan bumi manapun. Sedangkan untuk mendapatkan emas sangatlah sulit, hanya daerah-daerah tertentu saja yang mengandung emas di muka bumi ini.

Selanjutnya sang ustad memberikan contoh kedua. Mana yang lebih penting beras dari pada air? Seketika para jamaah menjawab “air” secara bersamaan. Benar. Jawaban dari para jemaah benar sekali. Buat apa beras yang kita miliki kalau seandainya di dunia ini tak ada air? Apa beras tersebut bisa diolah menjadi nasi yang bisa kita makan tanpa peran air di dalamnya? Trus, apakah kita mau minum, mandi, dan bersuci dengan beras? Sangat tidak mungkin kan? Dan betapa Allah sangat mempermudah kita untuk mendapatkan air daripada beras. Dimana-mana ada air. Dari langit Allah menurunkan air berupa hujan dan dari bumi Allah memunculkan air dari mata air. Betapa Maha Pemurahnya Dia kepada umatNya.

Contoh berikutnya sang ustadz membandingkan antara air dan udara (Oksigen). Coba kita perhatikan, mana yang lebih penting antara air dan Oksigen? Tentu saja kita lebih membutuhkan Oksigen bukan? Dan kalaupun air kadangkala masih juga kita beli untuk mendapatkannya, apakah untuk mendapatkan oksigen kita harus membayar? Sama sekali tidak, satu sen-pun tak ada Allah meminta kita untuk membayar Oksigen yang telah, sedang dan akan kita pakai. Dan betapa murahnya bagi kita untuk mendapatkan Oksigen tersebut. Dimana-mana, di setiap helaan nafas, di setiap detak jantung, dan di setiap denyut nadi, Allah melimpahkan rahmatnya berupa oksigen untuk umatnya. Seandainya tak ada lagi oksigen untuk kita hirup, apakah masih mungkin bagi kita untuk bisa menikmati kehidupan ini? Sangat tidak mungkin.

Sungguh betapa Allah Maha Pemurah atas segala ke-AgunganNya…!!! Hanya saja kita yang masih terlalu jauh dan kecil untuk memahami semua itu. Dan sepantasnyalah kita malu pada diri sendiri kalau detik ini kita masih enggan dan jauh untuk bersujud kepada-Nya.

Bukan bermaksud untuk menggurui, hanya saja ingin berdakwah kecil-kecilan.  Semoga bermanfaat. Aamiin…

Sherly Adra Pratiwi

05:37 pm

Selasa, 04 Desember 2012

5A-112, DPP EON, UUM Sintok, Kedah, Malaysia